loader image

MAN 4 Balangan Lakukan Inovasi Muatan Lokal pada Kurikulum untuk Skill Siswa

PARINGIN – Semakin ke sini, semakin berinovasi. Mungkin hal itulah yang layak menggambarkan MAN 4 Balangan saat ini. Pada pelaksanaan Kurikulum terbaru di MAN 4 Balangan, disampaikan oleh Kepala MAN 4 Balangan, Zulfah Maghdalena, berdasarkan hasil rakor Tim Pengembang Madrasah dengan Komite dan orang tua atau wali peserta didik sistem baru mulai dijalankan.

Pada tanggal 7 Maret 2020 kemarin, ucapnya,  telah disepakati dan diputuskan Kurikulum Madrasah yang berlaku di MAN 4 Balangan mengacu pada KMA 183 dan 184 Tahun 2019. Selain itu melakukan inovasi menambah muatan lokal berkhasan madrasah sebanyak 2 jam pelajaran.

“Tujuan pemberian muatan lokal ini adalah untuk menyiapkan life skill dan keterampilan peserta didik saat memasuki dunia kerja maupun masa depan mereka nantinya,” ucap Zulfah, di paringin.

Selain itu karena adanya pandemi Covid 19, MAN 4 Balangan telah membuat  kurikulum darurat sebagai suplemen kurikulum madrasah yang telah dibuat sebelumnya.

Perihal inovasi dalam kurikulum tersebut dipaparkan Zulfah pada Rakor Implementasi Kurikulum Terbaru dan Kurikulum Darurat dengan Plt Kepala bidang Pendidikan madrasah Kantor wilayah Kementerian agama Kalimantan Selatan beserta peserta lainnya melalui Video Conference.

Melalui Rakor ini diharapkan peserta memperoleh pemahaman mengenai rasional dan mekanisme Implementasi Kurikulum KMA 183 dan KMA 184  tahun 2019 jenjang MI, MTs,dan MA. Kemudian memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mematuhi edaran Gubernur dan Kepala Kanwil Kemenag Kalsel.

Dimana, sejak Juli sampai dengan Desember 2020 mendatang, daerah pada zona hijau, kuning, orange dan merah tanpa kecuali dilaksanakan pembelajaran secara daring atau luring. Sementara apabila ada yang melanggar akan dikenakan sangsi. Karena Kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru dan semua warga madrasah dan masyarakat dianggap lebih utama. (mc/mb03)