loader image

Harga Kulit Domba Turun 50 Persen

JAKARTA – Pasokan kulit yang sudah disamak di Kabupaten Garut diperkirakan akan melimpah karena minimnya permintaan. Kondisi tersebut pun berdampak pada harga penjualan kulit yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunannya sampai 50 persen.

 “Tahun ini kami prediksi pasokannya banyak karena yang haji tidak jadi. Mereka kemungkinan akan kurban dan pasokan kulit bakal semakin banyak,” kata Wakil Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Garut, Sukandar, Rabu (29/7).

Musim qurban di Idul Adha sendiri, biasanya harga penjualan kulit mentah cukup tinggi, karena hal tersebut sejalan dengan angka permintaan kulit yang sudah disamak di pasaran. Pihaknya pun kemudian membuat surat edaran harga jual kulit tahun ini. “Harga itu berasal dari para pengusaha,” ucapnya.

Dalam surat edaran tersebut, dicantumkan untuk harga kulit sapi jawa lokal kelas 1 contohnya hanya dibeli sebesar Rp6.000 per kilogram, padahal tahun lalu harganya bisa sampai Rp12.000 per kilogram. Kulit sapi perah paling murah, per kilonya dibeli Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram.

Untuk harga kulit domba kelas 1, berada di kisaran Rp30.000 per lembar dari harga sebelumnya Rp50.000 dan Rp10.000 untuk kelas 3.

 “Sekarang juga kan belum semua pengu­saha kulit di Garut sudah buka usahanya. Jadi permintaan kulit memang akan menurun, sedangkan pasokan barang melimpah,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa sebelum terjadinya pandemi Covid-19, usaha kulit di Garut sebetulnya sudah mulai mengalami penurunan, tepatnya sejak tiga tahun lalu. Hal itu akibat dibukanya perdagangan bebas.  “Adanya wabah Covid-19 semakin mem­perparah usaha kulit yang sudah jadi ciri khas di Garut ini,” tutupnya. mdk/mb06