loader image

Ketua Lemkari Banjar Ungkap Rahasia Keberhasilan Karatekanya

BANJARMASIN – Ketua Lemkari Kabupaten Banjar, Irwan Bora memberikan resep sehingga dirinya bisa mengangkat kembali nama karate Kabupaten Banjar bersinar di Kalimantan Selatan.

Melalui perguruan Lemkari, pemilik Dan I ini mampu mempersembahkan prestasi dan menggelar banyak kegiatan karate di Banua. Padahal sebelumnya Lemkari Kabukaten Banjar sempat lama vakum hingga 10 tahun lebih.

Menurut Irwan kuncinya adalah kebersamaan dan rutin mengunjungi para karateka yang berlatih. Sehingga mereka merasa diperhatikan dan juga diayomi sebagai anak asuh. Irwan menambahkan, dirinya setiap pekan ikut berlatih bersama dengan Dojo Dojo Lemkari yang ada di Kabupaten Banjar.

“Setiap pekan saya ikut berlatih bersama mereka di Dojo. Di Kabukaten Banjar ada sekitar 300 karateka Lemkari Kabukaten Banjar dan delapan Dojo tersebar di berbagai kecamatan,” jelas dia.

“Saya dilantik jadi ketua Lemkari Kabupaten Banjar pada 2019. Alhamdulillah sudah banyak kegiatan dan prestasi saya raih,” ujar ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar ini.

Selama menjabat Irwan sudah menggelar Kejuaran Karate Lemkari Kabupaten Banjar Open se-Kalimantan 2020, di Gedung Islamic Center lantai 3 yang dibuka langsung ketua Forki Kalsel Sahbirin Noor.

Lalu disaat sepi kejuaraan selama pendemi Covid 19, ia menggelar Kejuaraan Kata Virtual Lemkari Kabupaten Banjar Yusfi Cup 2020 Sekalimantan Selatan disusul Kejuaraan Karate Virtual Lemkari Banjar Paman Birin Cup Open se Kalimantan 2020.

Kemudian merajai gelar juara di ajang Kejurnas Karate Virtual Anton Lesiangi Cup 2020 yang digelar pada 15 Juni hingga 13 Juli dengan meraih delapan medali emas, empat perak, dan empat perunggu.

Keberhasilan mengangkat kembali nama Lemkari Kabukaten Banjar Tidka kelas dari peran Irwan dan anak asuhnya yang rutin menggelar latihan.

“Duet pelatih Yusfi dan Hamid juga sangat berperan membantu banyak kegiatan dan meraih prestasi,” kata politisi Gerindra ini.

Menjadi seorang karatek sejak duduk di kelas dua sekolah dasar, Ketua Lemkari Kabukaten Banjar Irwan Bora banyak memiliki pengalaman bertanding.

Irwan yang berasal dari Polewari Mandar Sulawesi Barat belajar karate di kampung halaman. Namun tidak berapa lama dia pindah sekolah pesantren setempat.

“Pesantren Saya justru aktif silat gabung di perguruan tapak suci,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabukaten Banjar ini. Kemudian Irwan menjadi seorang prajurit dengan masuk Militer Rindam tahu  1992 lalu lada 2003 bergabjng di Kodim Martapura.

“Saya merantau ke Kalimantan setelah jadi tentara. Disini saja menjadi pelatih karate dengan menjadi pelatih di Bela Diri Militer atau BDM,” terang dia. Selama dua puluh tahun jadi anggota TNI, Irwan memilih pensiun dan menjadi seorang pengusaha perumahan.

Selama menjadi karate dan gabung di perguruan INKAI kata Irwan dia sering ikut kejuaraan. Bahkan tidak sedikit sering mengalami cedera. “namanya juga olahraga kontak fisik Jadi kalau cedera itu sudah biasa yang penting tetap bertanding dan se¬≠mangat,” sebut dia.

Pada 2019 Irwan terjun ke politik dan terpilih menjadi anggota DPRD Banjar. Disaat jadi wakil rakyat dia didatangi para sesepuh Lemkari Kabupaten Banjar.

“Saya diminta untuk kembali menghidupkan lempari dari kebangkitan karena saya seorang karateka jadi Saya bersedia walaupun saya sempat di perguruan inkai namun tabung dilingkari bukan hal masalah itu hanya nama saja,” pungkas wakil ketua DPD REI Kalsel ini. Mad