loader image

1.250 Lokasi Pemotongan Hewan Kurban Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Hj Suparmi.

BANJARBARU – Sebanyak 1.250 lokasi akan menjadi titik pe­motongan hewan kurban di Ka­limantan Selatan dalam rangka me­nunaikan ibadah kurban pada saat Hari Raya Idul Adha 1441 hij­riyah atau 2020.

 “Berdasarkan data untuk Hari Raya Idul Adha 1441 ini ada sebanyak 1.250 titik lokasi pe­mo­tongan hewan kurban yang ter­sebar di 13 kabupaten/kota,” te­rang Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Hj Suparmi, di Banjarbaru, Sab­tu (25/7).

Dalam rangka persiapan men­yambut Idul Adha 1441, kata Suparmi, Disbunnak Kalsel ju­ga telah menyiapkan petugas un­tuk pengawasan dan pe­me­rik­sa­an Pemotongan hewan Kurban se­banyak 235 orang. “Terdiri da­ri petugas provinsi sebanyak 20 orang dan sisanya dari pe­tu­gas kabupaten/kota,” aku Su­parmi.

Sehubungan dengan pe­lak­sa­naan Hari Raya Idul Adha 1441 H disampaikan bahwa pe­lak­sanaan kurban telah diatur da­lam Peraturan Menteri Pertanian no­mor 114/permentan/PD4 10/9/2014 tentang Pemotongan He­wan Kurban.

 “Sesuai Surat Edaran Di­rek­torat Jenderal Peternakan dan Ke­se­hatan Hewan  Nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pe­laksanaan Kegiatan Kurban Da­lam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus De­se­a­se 2019 (Covid-19) dihimbau ag­ar kegiatan kurban mem­per­ha­tikan protokol kesehatan untuk pen­cegahan penularan dan pen­ye­baran covid 19,” jelas Su­parmi.

Pelaksanaan kegiatan kurban ya­ng meliputi penjualan hewan kur­ban dan pemotongan hewan kur­ban perlu dilakukan pen­ye­suaian terhadap prosedur pe­lak­sa­naan perubahan pola hidup ba­ru pada situasi covid 19.

Oleh karena itu, katanya, di­per­lukan langkah-langkah untuk men­cegah dan mengendalikan po­tensi penularan covid-19 di tem­p­at penjualan dan pe­moto­ngan hewan kurban dengan me­lak­sanakan protokol kesehatan.

Disbunnak telah men­so­si­a­li­sa­sikan panduan pemotongan he­wan kurban melalui berbagai me­dia baik medsos maupun su­rat edaran ke berbagai kabupaten/kota.

 “Penerapan protokol ke­se­hatan seperti jagalnya harus pakai APD, jaga jarak, pakai masker dan saat pembagian daging kur­ban harus menghindari terjadi ke­rumunan,” pungkas Suparmi. ary/ani