loader image

Korsel Tambah Panjang Daftar Negara Resesi

JAKARTA – Korea Selatan (Korsel) resmi masuk ke jurang resesi setelah ekonominya minus dua ku­artal berturut-turut.  Ekonomi Negeri Ginseng itu minus 1,3 persen pada kuartal I 2020 dan kembali minus 3,3 persen pada kuartal II 2020.

Resesi ini terjadi di Korea Se­la­tan untuk yang pertama kalinya da­lam 17 tahun terakhir. Pen­ye­bab utamanya adalah anjloknya ek­spor di negara tersebut akibat pan­demi virus corona.

Realita yang terjadi di Korea Se­latan menambah daftar panjang ne­gara yang terjerembab ke ju­rang resesi. Sebelum Korea Se­la­tan, ada Singapura yang baru saja mengalami resesi.

Diketahui, dalam ilmu ek­o­no­mi dijelaskan bahwa suatu ne­ga­ra disebut resesi apabila eko­no­mi minus dalam dua kuartal be­r­turut-turut.

Pada kuartal I 2020, per­tum­buhan ekonomi Singapura tercatat mi­nus 0,7 persen. Lalu, Ke­men­te­rian Perdagangan dan Industri Si­ng­apura (MTI) mengumumkan per­tumbuhan ekonomi Negeri Singa anjlok 41,2 persen pada ku­artal II 2020.

Jauh sebelum Korea Selatan dan Singapura, terdapat beberapa ne­gara lain yang sudah masuk ke jurang resesi di tengah pan­de­mi virus corona. Dihimpun da­ri berbagai sumber, beberapa ne­ga­ra yang sudah mengalami re­sesi adalah Prancis, Jerman, Je­pang, dan Hong Kong.

Ekonomi Prancis pada ku­ar­tal IV 2019 tercatat minus 0,1 per­sen, lalu ekonomi negara ter­se­but semakin terkontraksi pada ku­artal I 2020 menjadi minus 6 per­sen. Alhasil, Prancis meng­a­la­mi resesi pada kuartal I 2020.

Lalu, ekonomi Jerman pada ku­ar­tal IV 2019 sebesar minus 0,1 persen dan kuartal I 2020 mi­nus 2,2 persen. Sementara, eko­nomi di Jerman pada kuartal IV 2019 sudah minus 1,9 persen te­tapi kondisinya membaik pada ku­artal I 2020 yang hanya minus 0,6 persen.

Kontraksi ekonomi juga ter­jadi di Hong Kong. Negara ter­sebut tercatat minus 3 persen pa­da kuartal IV 2019, lalu sit­u­a­si­nya semakin parah pada kuartal I 2020 yang minus 8,9 persen.

Sementara itu, pemerintah In­do­nesia pesimistis situasi di da­lam negeri akan baik-baik saja. Pre­siden Joko Widodo (Jokowi) mem­prediksi pertumbuhan eko­no­mi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 4,3 persen sampai 5 persen.

Jika proyeksi itu terealisasi dan berlanjut hingga kuartal III 2020, maka Indonesia juga akan men­yusul Singapura, Korea Se­la­tan, hingga Hong Kong ke ju­rang resesi.

Sebelumnya, Deputi Gu­ber­nur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mem­per­ki­ra­kan pertumbuhan ekonomi Tanah Air berada di kisaran minus 4 per­sen sampai minus 4,8 persen pa­da kuartal II 2020 karena virus co­rona. Hal ini seiring dengan pe­ningkatan kasus virus corona yang masih tinggi di Indonesia.

 “Kalau melihat per­kem­ba­ng­an covid-19 di Indonesia, belum ter­lihat puncak, masih meningkat dan per hari di atas 1.000 kasus te­rus untuk kasus baru,” pu­ng­kas Destry. cnn/mb06