loader image

Tidak Ada Alasan Pengendara Untuk Tidak Tertib Berkendara

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK, MM, didampingi Wakapolresta AKBP Sabana Atmojo SIK, MH dan Kasat Lantas AKP Gustaf Adolf Mamuaya SIK saat periksa pasukan dan kelengkapan sarana kendaraan.

BANJARMASIN – Masyarakat pengguna jalanraya di kota Banjarmasin kalau tidak ingin di tilang saat berkendara di Jalanraya bawalah kelengakapan surat menyurat dan  helm, saat ini Polresta Banjarmasin melaksanakan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Intan 2020.

Razia kelengkapan surat menyurat ini dimulai sejak Hari Kamis (23/07/2020) berakhir (05/08/2020), selama 14 hari kedepan, sasaran razia pemotor yang tidak lengkap, yang tidak membawa kelengkapan surat menyurat, melawan arus, muatan berlebih tidak pakai helm, roda empat yang tidak kenakan sabuk pengaman.

Secara serempak di seluruh indonesia, ini apel persiapan pasukan operasi kewilayah patuh intan 2020, ini wilayah kalau di Banjarmasin Kalsel, “Fokusnya Ops Patuh Intan ini terhadap pelanggaran fatalitas terhadap pengendara baik roda dua dan roda empat.

Tidak gunakan helm fokus pada fatalitas korban kecelakaan, dan roda empat harus menggunakan safety belt,” ucap Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK, MM, didampingi Wakapolresta AKBP Sabana Atmojo SIK, MH, dan Kasat Lantas AKP Gustaf Adolf Mamuaya SIK.

Sebelumnya melalui ikonom dari Mabes Polri ini sudah 11 hari disampaikan kepada masyarakat baik lewat spanduk dan media social, “Jadi tidak ada alasan lagi bagi masyarakat pengendara roda dua dan roda empat tidak patuh saat operasi ini,” kata Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK, MM.

Lanjutnya, selain mobile polentas juga hunting, kalau di pos – pos stasional, ada tiga kegiatan polentas dari mobile atau hunting di wilayah kota Banjarmasin, “Personil yang di turunkan selain Sabhara yang membackup kalau pagi, untuk kegiatan lalulintas sekitar 50 personil di turunkan ke lapangan,” tutur Kapolresta.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK, MM juga mengingatkan masyarakat pengguna jalanraya untuk tertib berlalu lintas, terpenting untuk menekan angka kecelakaan yang fatal, luka berat atau meninggal dunia.

Menurutnya dengan apel kesiapan ini baik pengendara roda dua dan roda empat diharapkan sudah mengetahui, dan tidak ada alasan lagi tidak mengetahui ops patuh intan,2020 ini, karena sudah disosialisasikan melalui spanduk dan media sosial.

 “Jika memang budaya tertib semuanya, tidak perlu lagi semua takut, terkadang perlu juga masyarakat pengguna jalanraya diingatkan kembali, dari kanalisasi dan untuk penilangan sesuai dari pelanggaran,” imbuhnya.

Lanjutnya lagi pihaknya tidak ada target dari pelanggaran dan penilangan, semua sesui dari pelaksanakan, “Saya ingatkan kepada orang tua untuk selalu mengawasi anaknya, untuk tertib berlalu lintas, larang anak saat berkendara kebutan di Jalanraya.

Kapolresta Banjarmasin juga menyatakan hingga saat ini sejak dilaksanakannya Ops Patuh Intan 2020, “Aksi balap liar sudah tidak ditemukan lagi, dan Polantas akan menindak mereka yang kebut – kebutan di jalanraya ini juga jadi atensi,” tegas Kapolresta Banjarmasin.

“Untuk kanalisasi sudah sejak lama diberlakukan, dan kita mengingatkan kembali kepada pengendara untuk selalu gunakan lajur kiri, kalau memang di lajur kiri, jangan belok lagi ke ply over,” ucap Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Gustaf Adolf Mamuaya SIK.

Pihaknya juga dalam Ops Patuh Intan 2020 ini akan menegur pengendara roda dua yang tidak menggunakan lajur kiri, “Polantas juga bakal menertibkan pengendara sepeda motor yang tidak di lajur kiri,” katanya.

Kasat Polantas ini juga mengingatkan pengendara untuk kecepatan mobil didalam kota maksimal 70 KM perjam, dan untuk pengendara sepeda motor 40 KM perjam, “Kecepatan juga disesuaikan dengan Jalan di A Yani yang sempit juga pendek hanya berjarak 6 KM,” tutur Kasat Lantas. sam/ris