loader image

Pemprov Bangun Panti Sosial Eks Psikotik di Bekas RSJ Tamban

Mengunjungi – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah Sahbirin, SKM, MKes bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Hj Siti Nuriyani saat mengunjungi eks Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tamban, di Kabupaten Batola.

BANJARMASIN – Pemerintah Pro­vinsi Kalimantan Selatan be­ren­cana membangun panti sosial ba­ru bernama Panti Rehabilitasi Eks Psikotik dengan menyulap aset miliknya yakni Rumah Sakit Ji­wa (RSJ) Tamban, Kabupaten Ba­rito Kuala (Batola).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Ka­li­mantan Selatan, Hj Siti Nu­ri­yani mengatakan, panti sosial re­ha­bilitasi Eks Psikotik ini me­ru­pakan panti rehabilitasi pem­ber­da­yaan pasien yang pernah di­ra­wat di Rumah Sakit Jiwa Sam­bang Lihum.

 “Pasien yang sudah di­nya­ta­kan sembuh di RS Jiwa Sam­bang Lihum harusnya di­kem­ba­li­kan ke keluarga, namun ada be­be­rapa keluarga yang keberatan un­tuk menerimanya kembali ka­rena tidak tau cara merawat dan ada juga keluarganya yang pindah dan kami ingin mem­ber­da­ya­ka­nya dengan mem­be­ri­kan ke­te­ram­pilan,” ucapnya.

Keterampilan yang di­be­ri­kan diantaranya seperti me­n­jahit, pe­tani dan yang lainya sehingga da­pat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Disampaikannya, rencana pem­bangunan panti rehabilitasi ter­sebut merupakan inisiasi dari is­teri Gubernur Kalsel, Hj Rau­datul Jannah Sahbirin, SKM, MKes.

Ditemui saat melakukan kun­jungan di eks RS Jiwa Tam­ban, Ketua Tim Penggerak PKK Pro­vinsi Kalsel, Hj Raudatul Jan­nah Sahbirin, SKM, MKes me­ng­atakan, dirinya berkinginan mem­fungsikan kembali aset Ru­mah Sakit Jiwa Tamban menjadi tem­pat rehabilitasi sosial.

 “Saya kira hal itu juga men­jadi tugas kita untuk me­lak­sa­na­kan Standar Pelayanan Mi­ni­mal atau SPM yaitu adanya panti ya­ng bisa menangani eks psi­ko­tik atau mantan orang dengan ga­ngguan jiwa,” katanya.

Menurut dia, pihaknya te­ng­ah berkoordinasi dengan Di­nas Pekerjaan Umum dan Badan Ke­uangan Daerah untuk bisa me­re­novasi bangunan RSJ Tam­ban. “Saat ini masuk tahap pe­ren­ca­naan dan diharapkan ini bisa te­ra­nggarkan,” ucapnya.

Disampaikan Acil Odah (sa­pa­an akrabnya), dirinya ingin me­ngembalikan fungsi ke­be­r­so­si­alan orang dengan gangguan ji­wa baik itu yang berkeliaran mau­pun yang sudah sembuh dengan memberikan bimbingan keterampilan dan keagamaan. syh/ani