loader image

Optimistis Harga Gula Lokal Meningkat

JAKARTA — Sebanyak 12 perusahaan importir akan menyerap gula dari petani lokal pada musim giling tahun ini. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan, gula yang diproduksi oleh para petani sudah mampu bersaing secara kualitas dengan gula rafinasi yang diimpor dari luar negeri.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementan Bagus Hudoro mengatakan, kualitas gula di Indonesia sudah sama dengan yang diproduksi dari berbagai negara.

 “Ya, kita berharap, produksi gula petani bisa diterima pasar. Bedanya dengan gula impor ada yang putih, cokelat, itu tergantung preferensi masyarakat,” kata Bagus.

Pihaknya pun mendukung para importir yang bersedia melakukan penyerapan gula petani. Sebab, hal ini dapat memudahkan petani tebu untuk menjual hasil produksinya yang hanya dilakukan sekali dalam setahun.

Soal volume dan mekanisme penyerapan gula, kata Bagus, akan dibahas lebih lanjut oleh masing-masing perusahaan dengan petani gula di wilayah masing-masing. Kementan, kata Bagus, tidak akan mengintervensi kerja sama yang disepakati dan diserahkan sepenuhnya antara prusahaan dan petani.

 “Tapi, nanti tentu Satgas Pangan juga akan mengawal ke sana. Yang penting, kedua pihak sudah sama-sama berkomitmen,” kata Bagus.

Harga penyerapan gula yang disepakati sebesar Rp 11.200 per kilogram. Bagus mengatakan, harga itu sejauh ini sudah sesuai dengan permintaan dan aspirasi para petani tebu. Di satu sisi, importir juga tidak keberatan dengan perjanjian harga tersebut. cnn/mb06