loader image

SMKN 3 Banjarmasin Jaring 29 Tahfidz

KEPALA SMKN 3 Banjarmasin, Muhammad Ali Muksin bersama dewan guru dan pengelola program Tahfidz peserta didik baru saat silaturrahmi dengan para tahfidz di Masjid Oud Door El Rusydi SMKN 3 Banjarmasin. mb/ani

BANJARMASIN – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 3 Banjarmasin meru­pakan sekolah umum pertama di Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan di Indonesia yang memiliki program tahfidz bagi peserta didiknya.

 “Syukur Alhamdulillah untuk perdana ini program tahfidz di SMKN 3 Banjarmasin telah berhasil menjaring sebanyak 29 orang tahfidz,” kata Kepala SMKN 3 Banjarmasin, Muhammad Ali Muksin, di Banjarmasin, kemarin.

Hal itu disampaikannya pada silaturrahmi antara pimpinan sekolah, orang tua murid dan santri yang menjadi tahfidz di SMKN 3 Banjarmasin yang berlangsung di Masjid Out Door El Rusydi SMKN 3 Banjarmasin dan dirangkai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara virtual.

Dalam pengelolaan program tahfidz tersebut, SMKN 3 Banjarmasin bekerjasama dengan rumah tahfidz Al Banjari Banjar­masin terkait pembelajaran dan sesuai situasi pandemi Covid-19, maka pembelajaran melalui daring.

Ali Muksin menjelaskan, sebanyak 29 orang tahfidz yang dijaring melalui PPDB online tersebut merupakan bagian dari 684 orang calon pelajar baru tahun ajaran 2020/2021 yang diterima melalui PPDB tahun 2020.

Program tahfidz ini, kata Ali, merupakan keunggulan SMKN 3 Banjarmasin dan diharapkan mendapat dukungan penuh dari para orang tua, karena para pelajar akan mengikuti waktu ekstra dari pelajar lainnya.

 “Saya berkeyakinan para tahfidz ini memiliki kelebihan dari siswa lainnya dan mereka jelas memiliki kompetensi luas biasa yang patut dibanggakan sekolah, tenaga pendidik dan para orang tua siswa,” katanya.

Program tahfidz ini, kata Ali, diharapkan semakin memberikan penguatan karakter peserta didik, disamping mereka memiliki kompetensi keahlian dan keterampilan.

Penanggung Jawab program Tahfidz SMKN 3 Banjarmasin, H Ahmad Rizqon menam­bahkan, dari 29 orang tahfidz yang akan mengikuti pem­belajaran di SMKN 3 Banjar­­masin itu terdiri dari 11 orang putra dan 18 orang putri.

Rizqon mengatakan, dalam pembelajaran hafalan Alquran disaat pandemi Covidc19 ini, dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dan melalui daring.

Namun demikian, katanya, ketika dilaksanakan evaluasi terhadap pembelajaran setoran hapalan dari para tahfidz ter­sebut, maka akan dilaksanakan secara tatap muka.

Pengelola Tahfidz SMKN 3 Banjarmasin yang merupakan pengelola Rumah Tahfidz Al Banjari, DR Dzikri Nirwana, MAg menyatakan syukur dan apresiasi atas insiatif dari SMKN 3 Banjarmasin yang membuka program tahfidz ini.

 “Saya sangat mengapresiasi atas dirintisnya program tahfidz di Kalsel, artinya SMKN 3 Banjarmasin sebagai pelopor dan diharapkan menjadi amal jariah dalam rangka melahirkan tahfidz di sekolah umum,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dzikri berharap para orang tua siswa mendorong dan memo­tivasi anaknya agar mempersiap­kan diri dan memperbaiki niat hanya karena Allah ketika mengikuti program tahfidz ini. ani