loader image

Sirkulasi Kabin Bisa Bunuh Virus

JAKARTA – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra me­ngklaim sirkulasi udara di dalam pesawat dapat membunuh vi­rus. Karena itu, ia meminta publik tak perlu khawatir dengan po­tensi persebaran virus corona di dalam pesawat.

Irfan memaparkan sirkulas aman di pesawat karena HEPA atau High-Efficiency Particulate Air (penyaringan partikel yang k­uat) yang membuat sirkulasi ulang dari kabin dan men­yam­purkannya dengan udara bersih. Sebagian udara yang berasal dari dalam, dibuang ke luar kabin.

Sementara itu, sisanya dipompa melalui filter udara HEPA dan diklaim 99 persen bakteriologis di dalamnya menghilang.  “Karena kami punya sistem sirkulasi di pesawat itu vertikal. Jadi, nggak seperti di sini jauh lebih aman di pesawat, karena ka­mi ada sistem HEPA yang mnyaring virus dan bakteri di­pa­nas­kan, dimatikan diputar lagi, udara bersih mestinya secara te­ori tidak terjadi persebaran,” ujarnya di Komisi X DPR, Selasa (7/7).

Kendati demikian, kata Irfan, pihaknya masih perlu mem­buk­tikan apakah sistem HEPA tersebut berhasil mencegah pe­nu­laran covid-19 di dalam pesawat.

Salah satunya dengan melihat status covid-19 para penumpang Ga­ruda Indonesia yang pernah terbang dengan orang berstatus po­sitif covid-19 pada penerbangan pesawat GA 683 rute Bandara Soe­karno-Hatta menuju Bandara Domine Eduard Oso, Sorong, Pa­pua Barat.

 “Yang sangat menarik untuk kami evaluasi adalah kalau ada ya­ng positif di atas pesawat tersebar kah virus itu? karena akan ja­uh lebih menarik ketika terbukti itu tidak tersebar, ini lah yang ing­in kami komunikasikan ke publik,” tuturnya. rep/mb06

Baca juga :  Program Subsidi Gaji Diminta Dievaluasi