loader image

Saham Facebook dan Twitter Rontok

WASHINGTON – Saham dua raksasa media sosial Facebook dan Twitter rontok hingga lebih dari 7 persen pada akhir pekan lalu. Penurunan harga saham itu dipicu oleh keputusan Unilever un­tuk membatasi jumlah iklan di kedua platform tersebut.

Unilever menegaskan tidak akan memasang iklan di Facebook, Twitter, dan Instagram setidaknya hingga akhir tahun ini. Ke­pu­tus­an itu imbas dari maraknya unggahanpengguna ketiga media so­sial tersebut yang kerap membahas kondisi politik yang ter­polarisasi serta embel-embel ujaran kebencian.

 “Berdasarkan pada kondisi polarisasi saat ini dan pemilu ya­ng akan berlangsung di AS, maka perlu ada lebih banyak pe­ne­gakan dalam hal ujaran kebencian,” ujar Wakil Presiden Ek­sekutif Media Global Unilever Media Global Luis Di Cimo di­lansir The Wall Street Journal.

Unilever yang menaungi merek produk harian dari pasta gi­gi, sabun hingga sampo, yang banyak digunakan masyarakat, di­ke­tahui memiliki anggaran iklan tahunan mencapai US$8 juta. Lu­is melanjutkan pihaknya akan terus mengawasi dan meninjau ula­ng keputusan pembatasan iklan ke depannya seiring dengan pe­ri­laku masyarakat.

Komitmen Unilever dalam memasang iklan di facebook juga sa­ng­at tinggi. Bahkan, perusahaan produk konsumen itu menduduki peringkat pengiklan ke-30 tertinggi di Facebook pada 2019, yang diperkirakan menggelontorkan pundi uang hingga 42 juta ke platform besutan Mark Zuckerberg itu. cnn/mb06