loader image

Kejati Kalsel Sidik RS H Boejasin Pelaihari

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel, Dwianto SH

BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Ka­li­man­tan Selatan pada tahun 2020 ini sedang melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengembangan pengelolaan dana atau anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah H BoejasinPelaihari Kabuapten Tanah Laut.

Melalui bidang pidana khusus, penyidik sudah melakukan pengumpulan, bahan, data dan keterangan, yang mana dari hasil pe­nye­li­dikan adanya indkasi perbuatan melawan hukum.

Dikatakan Asisten Tindak Pidana Khusus (As Tipidsus) Kejati Kalsel, Dwianto SH MH, Selasa (30/6/2020), saat ini kasusnya yang awalnya penyelidikan telah ditingkatkan ke penyidikan.

 “Kasusnya dari pe­nye­li­dikan sudah kita tingkatkan ke penyidikan yakni terkait kasus pengembangan dana di rumah sakit H Boejasin Pe­lai­ha­ri,”ucap Dwianto.

Menurut Dwianto, saat ini penyidik masih bekerja mengumpulkan alat-alat bukti oleh penyidik, Disinggung mengenai tahun anggarannya? Dwianto mengatakan untuk tahun anggaran pengembangan dana yang sedang pihaknya sidik itu, adalah tahun anggaran dari 2014 hingga 2018.

Untuk mengetahui perkiraan jumlah kerugian keuangan negara, pihak penyidik telah berkordinasi dengan BPK. Menurutnya, dari hasil penyelidikan pihaknya sudah menemukan dua alat bukti yang cukup, sehingga kasus ini ditingkatkan ke penyidikan.

 “Dua alat bukti sudah cukup, dan saksi serta alat bukti maupun baranag bukti yang kita sita,”ungkap Dwianto. Meskipun sudah d­i­ti­ng­katkan ke penyidikan, namun pihaknya masih mendalami kasusnya untuk mencari siapa yang akan mem­per­ta­ng­gu­ngjawabkan dari kasus tersebut.

Pihaknya juga sudah memintai keterangan beberapa orang saksi, yang mana semua saksi yang dipanggill dari pihak rumah sakit H Boejasin. “Anggaran dana pengem­ba­ngan yang dikelola itu dari APBD,”jelas Dwianto.ris