loader image

Pelaku Balapan Liar Bakal Disangsi Denda dan Pidana

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK, MM.(dok Mata Banua)

BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin dalam waktu dekat bakal menerapkan sangsi denda dan sangsi pidana kepada para pelaku balapan liar, yang saat ini aktifitas itu, sudah sangat meresahkan masyarakat dan para pengguna jalanraya.

“Kita bakal menindak sangsi denda dan sangsi pidana, untuk pelaku balapan liar yang diamankan, bila masih melakukan trek-trekan (kebut-kebutan) di Jalanraya,” ucap Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK, MM, baru – baru ini.

Menurutnya pihak kepolisian di Banjarmasin tidak main-main untuk menerapkan sangsi denda dan sangsi pidana, “Sesuai penjabaran program Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas), Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK, SH, MH,” kata Kapolresta Banjarmasin.

Dikatakannya, aksi bali tentunya meresahkan masyarakat, knalpot underbond yang memekikkan telinga, dan ugal-ugalan di Jalanraya, pelaku bali juga tidak menghiraukan keselamatan dirinya atau pengguna jalanraya.

Orang nomor satu di Jajaran Polresta Banjarmasin ini juga sudah perintahkan kepada seluruh Jajaran menindak pelaku bali, untuk mencegah jatuhnya korban jiwa pengendara di Jalanraya.

“Iya, saya juga minta setiap Polsek dibawah naungan Polresta Banjarmasin membuat spanduk dan baliho himbauan, yaitu larangan aksi bali, di semua Jalanraya di kota Banjarmasin,” tuturnya.

Terusnya dalam baliho atau spanduk himbauan ini, tertulis sanksi pidana atau atau sangsi denda, bagi pengendara bali yang melakukan balapan liar di Jalanraya, di ruas jalan di kota Banjarmasin.

Kapolresta Banjarmasin juga menerangkan, pelaku bali ini dari data di kumpulkan kepolisian setempat, rata-rata pelaku bali ini adalah ABG, ironisnya pelaku bali bukan warga Banjarmasin, tetapi warga luar dari kabupaten lain.

Dijelaskannya aksi bali ini juga mengabaikannya protokol kesehatan, mereka kawula muda ini sering berada diluar rumah, tidak pakai masker, riskan menjadi penular wabah pandemi Covid-19.

Namun balapan liar bisa dicegah atau di hilangkan dari kota Banjarmasin, bila para orang tua selalu mengawasi kegiatan anak-anak mereka, tidaka mengijinkan anak berada diluar rumah sampai tengah malam.

 “Mencegah bali perlu peran orang tua, jangan berikan kebebasan anak sebebas-bebasnya saat beraktifitas diluar rumah, kontrol orang tua ini kunci utama pencegahan bali, jangan sampai merugikan orang lain,” tegas Kapolresta. sam/ris