loader image

Kampung Tangguh Banua Tiga Kabupaten Diapresiasi

Peninjuan – Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Nico Afiata bersama Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Firmasyah dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, H Sugian Noorbah serta Bupati Tanbu, H Sudian Noor berfoto bersama disela peninjuan kampung tangguh banua (KTB) Desa Angsana, Kabupaten Tanbu.

KOTABARU – Forum Ko­mu­ni­kasi Pim­pinan Daerah (For­ko­pim­da) dan Gu­gus Tugas Per­ce­patan Penanganan Co­vid-19 Pro­vinsi Kalsel memberikan ap­­re­asiasi atas terbentuknya enam kam­­p­ung tangguh banua (KTB) ya­ng dikunjungi dalam dua hari mu­lai Ka­mis (25/6) hingga Jumat (26/6).

KTB yang dikunjungi adalah De­sa Am­bungan, Kecamatan Pe­laihari dan De­sa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin Ka­bu­paten Ta­nah Laut yang di­dam­pi­ngi Bu­pati Tala, H Sukamta, pejabat For­­kopimda Tala dan Sekdakab Tala, H Dahnial Kifli.

Kemudian, Desa Mekar Ja­ya, Ke­ca­matan Angsana dan Des­a Batulicin Iri­gasi, Ke­ca­mat­an Karang Bintang, Ka­bu­paten Ta­nah Bumbu didampingi Bu­­pa­ti Tanbu, H Sudian Noor ber­sa­ma Forkompinda dan Se­k­da­kab Tan­bu, H Rooswandi Sa­lem.

Saat mengunjungi Desa Me­ga Ja­ya Kecamatan Pulau Laut Uta­ra dan De­sa Sarang Tiung, Ke­camatan Pulau La­ut Sigam, Ka­bu­paten Kotabaru di­dam­pingi Bu­pati Kotabaru, H Sayed Ja­far Ala­ydrus, Forkopimda dan Sek­da­kab Kotabaru, H Said Akhmad.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afin­ta mengucapkan terima ka­sih atas du­ku­ngan semua pi­hak baik pe­me­rin­tah daerah mau­pun unsur mas­ya­ra­kat dalam upa­ya memutus mata ran­tai pe­nu­laran Covid-19 melalui pem­ben­­tukan kampung tangguh banua.

 “Saya kira tanpa dukungan mas­ya­ra­kat upaya untuk me­mu­tus mata ran­tai penularan tak akan berhasil, ka­re­na semua ber­gantung kedisplinan pri­badi ma­sing-masing dalam pe­ne­rap­an pro­to­kol kesehatan,” ujar Nico Afin­ta di Desa Sarang Tiung, Ko­ta­baru.

Danrem 101 Antasari Brig­jen TNI Firmansyah saat di KTB De­sa Tirta Jaya, Kecamatan Ba­ju­in menilai ke­beradaan Kampung Tangguh banua (ber­­si­h, aman, nyaman, unggul dan se­­jahtera) merupakan upaya mem­ba­ng­un ketahanan ling­ku­ng­an berbasis mas­yarakat dalam me­lawan pen­ye­baran Covid-19. 

 “Dengan pembentukan KTB da­pat membentuk kemandirian dan ke­ta­ngguhan masyarakat me­la­wan ben­ca­na wabah sehingga tak selalu ber­ga­ntung dengan pe­me­rintah se­tem­pat,” kata Fir­man­syah.

Sementara, Asisten Bidang Pe­me­rin­tahan dan Kesra Set­da­prov Kalsel, H Sugian Noorbah me­wakili Gu­ber­nur Kalsel meng­aj­ak mas­ya­rakat untuk mem­­bi­a­sa­kan diri dalam be­raktivitas me­­ne­rapkan protokol ke­se­hatan.

 “Kampung Tangguh banua ada­lah contoh penerapan protokol ke­se­ha­tan pencegahan covid-19, se­moga da­pat memotivasi desa lainnya dalam me­nerapkan pro­to­kol pencegahan co­vid-19 saat be­raktivitas sehari-hari,” kata Sugian.

Pemprov Kalsel mendukung pem­ben­tukan kampung tangguh ba­nua (KTB) di seluruh wilayah Kal­sel dan KTB yang terbentuk men­jadi per­con­tohan desa la­in­nya.

 “Pembentukan KTB yang di­ini­siasi Polda Kalsel selaras de­ng­an st­ra­tegi penanganan Covid 19 yang se­da­ng dilakukan Gu­gus Tugas Pro­vin­si karena itu ka­mi mendukung pem­bentukan KTB di seluruh Kalsel,” ka­ta Roy Rizali Anwar, Wakil Ketua Ha­­rian Gugus Tugas Percepatan Pe­na­ng­anan Covid 19 Kalsel, usai m­e­nin­jau KTB Desa Ba­tu­li­cin Irigasi. ary/ani