loader image

Gubernur Menitipkan Harapan Besar Kepada BKKBN

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Abdul Haris Makkie didampingi Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel,Ir.H. Ramlan,MA secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada masyarakat.(edoy)

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor menitipkan harapan besar kepada jajaran BKKBN Provinsi Kalsel, agar kebaruan BKKBN mampu melahirkan keluarga yang tangguh, keluarga yang unggul, keluarga yang menanamkan rasa solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan keluarganya, dan dengan orang lain disekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalsel dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Abdul Haris Makkie pada Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke- 27 tahun 2020 tingkat provinsi Kalimantan selatan.

Abdul Haris mengatakan Keluarga seperti ini sangat diharapkan, apalagi saat pandemi covid-19 sekarang ini, dimana peranan lingkungan keluarga yang terbiasa disiplin dan bersolidaritas, memiliki peran besar dalam ikut mencegah dan mengatasi penularan covid-19, serta dampak yang mengikutinya.

 “ Untuk itu, sekali lagi saya tekankan agar jajaran BKKBN dapat memberikan kerja terbaik, terencana dan terukur, sehingga program bangga kencana mencapai sasaran yang tepat, meskipun berada pada pandemi covid-19, pelayanan program Bangga Kencana harus tetap hadir di keluarga, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Abdul Haris di Banjarmasin, Senin (29/6).

Kampung Keluarga berkualitas atau Kampung KB, yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada 14 Januari 2016 di Kabupaten Cirebon, jangan sampai tidak terpantau perkembangannya. Tiga ratus delapan Kampung KB di Kalsel, sejatinya bisa berfungsi dan berperan dengan baik.

Melalui kampung KB ini, seyogyanya program bangga kencana dapat diintegrasikan denggan kampung tangguh, sehingga dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas SDM. Lalu tumbuh daya saing, baik dalam menghadapi bonus demografi maupun menyongsong tatanan hidup baru akibat pandemi covid-19.

 “ Kita tidak menafikan, saat ini masih banyak permasalahan keluarga seperti pernikahan anak, tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya,”tandasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel,Ir.H. Ramlan,MA, mengatakan, kepada keluarga kalsel dalam momen Harganas tentunya mengingatkan kembali, paling tidak 1 hari ini ajak keluarga makan-makan dan berkomunikasi.

 “ Kami juga berharap kepada pelaksana program Bangga Kencana agar mengintegrasikan agar Kampung KB dengan kampung Tangguh dalam rangka menciptakan masyarakat yang sehat dan bebas Covid-19,” ujar Ramlan.

Alhamdulillah selama pandemi ini, angka kehamilan tidak ada peningkatan karena sudah ada mempersiapkan program cegah putus pakai kontrasepsi. “ Kami juga ada dua paskes rujukan ada dua APD dan akan kami bagikan 400 APD bagi bidan di Kalsel,” jelasnya.

Selama pandemi ini, penggunaan kontrasepsi yang biasanya pada saat mau habis alat pakai kontrasepsinya seperti suntik 3 bulan, inplan 3 tahun bagi yang mau habis supaya diaingatkan paling tidak mendapatkan alat kontrasepsi kondong atau pil.rds