loader image

Gotong Royong Untuk Indonesia : Menyoal Pajak di Indonesia

oleh : 
Nagawati Limantara
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Pajak, Sesuatu yang memiliki banyak pendapat, tergantung siapakah yang bersangkutan. Dari segi masyarakat pajak seringkali dikatakan sebagai beban, dari segi pemerintah pajak merupakan salah satu sumber pemasukan negara dan tentu sebagai modal untuk membangun infrastruktur dan mungkin akan berbeda pendapat pula dengan pendapat para ekonom tentang pajak. Lantas apa sebenarnya pajak?

Mengambil pengertian pajak menurut Rochmat Soemitro dimana pajak adalah iuran rakyat terhadap kas negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dimana pajak biasanya digunakan untuk membayar pengeluaran umum kenegaraan.

Pengeluaran umum ini dapat diambil contoh seperti pembangunan infrastruktur, membayar hutang negara, mengembangkan perekonomian negara dan pemenuhan fasilitas umum untuk masyarakat.

Pajak sejatinya merupakan bentuk dari implementasi rakyat Indonesia terhadap Pancasila. Hal ini dikarenakan ketika berbicara perihal makna yang tertanam dalam pancasila apabila diperas menjadi satu unsur adalah unsur gotong-royong, dan ketika kita membayar pajak kepada negara kita sedang bergotong royong untuk memajukan negara dalam segala aspek. 

Salah satu contohnya yang dapat kita lihat seperti pada saat pembangunan jalan tol JJTS Sumatera di mana tentunya uang pajak yang kita bayarkan kepada negara juga dialokasikan untuk hal tersebut dan seperti yang kita ketahui, pembangunan jalan tol JJTS merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera.

Baca juga :  Kampus Kurikulum Industri, Apakah Berbahaya bagi Generasi?

Hal lainnya yang mungkin bisa kita lihat dalam kehidupan masyarakat adalah penggunaan dana pajak pada saat keadaan darurat, seperti pada saat pandemi covid-19 sekarang.

Pe­me­rin­tah tentunya membutuhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit untuk me­na­ng­gu­langi pandemi seperti ini, baik dalam segi kesehatan, segi kemasyarakatan, segi perekonomian, segi sosial, dan segi segi kehidupan manusia lainnya, dimana pada saat-saat genting seperti ini dana pajak juga diperlukan sebagai salah satu sumber dana yang bisa digunakan untuk ke­pen­tingan masyarakat bersama.

Mungkin diluar sana masih banyak orang yang tidak sadar akan pentingnya membayar pajak sebagai sebuah ke­wa­jiban warga negara, namun di sisi lain tentu semua warga negara ingin agar haknya terpenuhi.

Bagaimana mungkin hak diberikan ketika kewajiban tidak dijalan­kan? Hal tersebut juga yang seharusnya kita pahami bersama dimana ketika kita ingin hak-hak kita sebagai warga negara dipenuhi dengan baik dan benar maka kita juga harus melakukan kewajiban sebagai warga negara dengan baik dan benar pula salah satunya dengan membayar pajak.

Sebenarnya jikalau dihitung dari besa­rannya jumlah pajak yang kita bayarkan hanya terhitung beberapa persen dari penghasilan yang kita dapatkan, dimana harusnya hal tersebut secara logika tidak membebani kita sebagai pembayar atau sebagai wajib pajak apabila kita mem­bayarnya secara teratur dan tidak me­nu­ng­gak.

Disisi lain, pemerintah juga tidak mungkin semena-mena mengatur jumlah pajak yang ditetap­kan bagi masyarakatnya hal tersebut pasti sudah melalui berbagai proses dan perhitungan matang oleh pemerintah.

Baca juga :  Urgensi Penanaman Rasa Cinta Terhadap Bahasa Indonesia Sebagai Penyeimbang Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja

Berbicara mengenai sistem pemungutan pajak di Indonesia sebenarnya dapat dikatakan cukup memudahkan wajib pajak untuk melakukan pembayaran, salah satunya melalui sistem pelaporan mandiri oleh wajib pajak dimana wajib pajak diberikan kepercayaan oleh negara untuk dapat menghitung pendapatan bulanannya, memperhitungkan besaran pajak yang harus dibayarkan, hingga melaporkannya secara mandiri kepada petugas pajak.

Hal tersebut sejatinya merupakan contoh bagaimana negara telah mem­per­mudah masyarakat agar kiranya semua masyarakat dapat turut berkontribusi sebagai pejuang negara dalam sektor perpajakan. Sudah seharusnya dengan sistem pelaporan pajak yang sedemikian rupa mudahnya ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sebagai bantuan dari warga negara pada negaranya dimana dengan masyarakat menjadi seorang wajib pajak yang taat bukan hanya merupakan dukungan dana terhadap negara, melainkan juga dapat diartikan sebagai dukungan moril warga negaranya kepada pemerintah nya khususnya kepada negara yang sedang gencar melakukan pemb­a­ng­unan infrastruktur di Indonesia.