loader image

Prestasi Hanya Mimpi Tampa Berlatih dan Kompetisi

BANJARMASIN – Di tengah vakumnya beberapa Perguruan Karate dalam menggelar kejuaraan berbeda dengan Lemkari Kalsel yang tetap maju menggelar kejuaraan karateka di Banua ini.

Pelatih Lemkari Kalsel yusfiansyah mengatakan bahwa Kita tak boleh menyerah dan berdiam diri saja setelah adanya maslah pendemi covid19 ini.

Dengan gagasan baru kejuaraan pun digelar dengan sistem virtual supaya update tetap rajin berlatih untuk meningkatkan kemampuannya di masa pandemic virus Corona yang membatasi semua gerak masyarakat termasuk atlet karate.

“Apakah harus diam dan berhenti berlatih, semua ada jalan kalau kita punya ke­ma­u­an. Tidak bisa latihan di dojo maka bisa latihan sendiri dirumah, tapi biasanya kalau punya tujuan pasti ber­se­ma­ng­at, tidak bisa bertanding di GOR maka kita bertanding secara virtual,” ucapnya.

Jadi berlatih dan prestasi diharal jalan terus. Kejuaraan virtual hang mulai dilaksanakan sejak 22 kemarin diharap jangan dianggap tidak keren dan tidak ada kimestrinya. Karena ini hanya keadaan yang dinilai tak mendukung, namun atlet tetap harus berprestasi.

“Di Jawa kejuaraan itu hampir tiap minggu diadakan dan atlit-atlet selalu ber­kom­pe­tisi dan itu memacu mereka berlatih tiap hari,” ucapnya.

Atlet dengan mental juara dan akan menjadi atlit besar itu menurutnya karena berlatih tiap hari dan berkompetisi. Seperti atlet Pelatnas yang rutin latihan tiap hari.

“Masa yang belum pelatnas dan masih atlit daerah la­ti­han­nya gak jelas, jadi bagaimana mau mengalahkan mereka diajang nasional FORKI,” ujarnya.

“Mimpi Kalau Mau Juara, orang berprestasi jelas banyak yang dikorbankan. Saya sebagai pelatih dan anggota perguruan yang saya ikuti sekarang tak lepas selalu berkorban, semua itu saya lakukan untuk mendidik atlit-atlet saya biar berprestasi lebih tinggi dan perguruan saya berkembang dengan pesat,” pungkasnya. Mad