loader image

Sektor Industri Terdampak Paling Parah

Ilustrasi. ©WEB

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memetakan tiga kategori industri yang terdampak virus corona, untuk mengetahui sektor industri mana yang membutuhkan perhatian lebih. Tiga kategori tersebut ialah kategori suffer (menderita), moderat, dan demand tinggi.

“Intinya kami mengumpulkan dan mengelompokkan dalam tiga kategori kondisi yang dihadapi industri,” kata Agus dalam Webinar Bersama Lawan covid-19, Selasa (9/6).

Dari hasil pemetaan itu, menunjukkan 60 persen industri yang menderita atau Suffer akibat penyebaran covid-19 sehingga perlu diberi perhatian dan insentif, seperti industri logam, semen, otomotif, mesin, tekstil, meubel, peralatn listrik dan lainnya, sedangkan yang moderat sebesar 40 persen.

“Jadi untuk mempertahankan kinerja, di sisi lain industri dengan demand tinggi seperti Alat Perlindungan Diri (APD), alat kesehatan dan etanol, masker dan sarung tangan, farmasi dan fitomarfaka serta industri makanan dan minuman dapat dioptimalkan untuk memperkuat neraca perdagangan,” ujarnya.

Tercatat, industri tekstil dan produk tekstil yang ditandai dengan penurunan laju pertumbuhan industri menjadi -1,24 persen pada triwulan I-2020. Dan penurunan ekspor sebesar 14,2 persen menjadi USD 3,77 miliar pada bulan Januari-April 2020. Ia pun menilai penurunan ekspor itu termasuk sangat rendah.

Selain itu, industri ini berupaya mempertahankan kinerja industrinya dengan melakukan disertivikasi produk dan membantu kebutuhan APD dan masker untuk tenaga medis serta memproduksi masker dari kain, sehingga terjadi peningkatan signifikan pada coverall, surgical gown, dan surgical mask.

Hal itu berdasarkan data yang disusun oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan diperoleh data bahwa terjadi surplus produksi sampai Desember 2020 sebanyak 1,9 miliar pcs untuk masker bedah, 377,7 juta untuk masker kain, 13,2 pcs untuk pakaian bedah atau surgical gown, kemudian 356,6 juta pcs pakaian pelindung medis atau coverall, kecuali untuk masker N95 yang masih mengalami defisit sebesar 5,4 juta pcs, karena saat ini hanya terdapat satu produsen. mdk/mb06