loader image

Fahmi Minta Calhaj Bersabar Tahun Ini Keberangkatan Jemaah Haji Dibatalkan

Dibatalkan – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 dibatalkan. Kementerian Agama menyampaikan pembatalan ini terkait dengan pandemi virus corona yang masih melanda Tanah Air maupun Arab Saudi. AP
H Noor Fahmi

BANJARMASIN – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Pro­vinsi Kalimantan Selatan, H Noor Fahmi menerangkan, Pemerintah Repubik Indonesia memutuskan untuk tidak mem­be­rang­kat­kan jemaah haji tahun ini.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi, dengan alasan karena pemerintah ingin mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang belum usai.

 “Dalam telekonferensi, Menag menyampaikan bahwa akan ada risiko amat besar menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah jika jemaah haji dipaksakan berangkat. Jadi keputusan tersebut diambil untuk mengutamakan keselamatan jemaah,” ujar Noor Fahmi, usai mengikuti telekonferensi bersama Menag di ruang kerjanya, Selasa (2/6).

Fahmi menambahkan, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini akan menjadi jemaah haji 1442H/2021M. Terkait dengan setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan oleh calon jemaah haji (calhaj) akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442H/2021M.    

 “Setoran pelunasan Bipih juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji,” tambah Fahmi. Selanjutnya Fahmi mengajak kepada semua calon jemaah haji yang semula terjadwal diberangkatkan tahun ini namun ditunda karena terdampak pandemi Covid-19, agar dapat bersabar, memahami dan menerima dengan sebaik-baiknya atas kebijakan pemerintah tersebut.

Baca juga :  Awang Bangkal-Mantewe Segera Terkoneksi

“Bukan hanya untuk keselamatan saja, banyak hal penting lainnya yang menyebabkan kebijakan tersebut diambil di antaranya, Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M. Akibatnya, Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Padahal persiapan itu penting agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman,” jelasnya.

Akibat kebijakan pembatalan itu, tercatat sebanyak 221.000 calon jemaah haji 2020 gagal berangkat.  “Pemerintah Arab Saudi hingga (Selasa) pagi ini tidak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara mana pun,” ungkap Menag Fachrul Razi dalam konferensi pers virtual, kemarin. Kemenag mengungkapkan kuota jemaah haji 2020 untuk Indonesia ada sebanyak 221.000 orang. Jumlah ini terdiri atas 203.320 kuota haji 2020 reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

 “Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan ibadah haji pada penyelenggaraan ibadah tahun 1441 H atau tahun 2020,” ungkapnya.

Dengan adanya pembatalan itu, dipastikan 221.000 calon jemaah haji gagal berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. rds/mhd