loader image

Minta Harga BBM Industri hingga Listrik Diturunkan

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengusulkan kepada pemerintah untuk mengkaji ulang harga BBM industri, listrik dan gas yang dibebankan kepada dunia usaha saat ini.

Tingginya harga sejumlah komoditas tersebut dinilai sangat memberatkan dunia usaha, ditambah lagi dengan melemahnya perekonomian nasional akibat dampak pandemik COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Su­kamdai. Menurutnya, Pemerintah diharapkan bisa menurunkan harga sejumlah komoditas BBM, listrik, dan gas di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang lesu saat ini.

Selain itu, pandemi COVID-19 yang melanda saat ini telah menurunkan daya saing industri nasional lantaran permintaan barang baik di dalam negeri maupun transaksi ekspor juga menurun.

Tingginya harga BBM di Indonesia sebagai bahan baku utama industri men­jadikan rendahnya daya saing bagi industri nasional. Terlebih harga minyak dunia juga telah mengalami penurunan di bawah US$ 20/barel di tengah pandemi COVID-19. Hariyadi menambahkan, APINDO me­mandang pentingnya memasti­kan ke­berlangsungan usaha di tengah terpu­ruknya perekonomian saat ini akibat COVID-19.

 “Keberlangsungan usaha dapat diupayakan, salah satunya dengan menurunkan harga BBM industri sebagai efisiensi produksi,” paparnya.

APINDO juga menyoroti tarif premium listrik yang dibeankan secara penuh kepada dunia usaha, sementara sejumlah industri saat ini belum beroperasi 100%. Atas kondisi tersebut, APINDO mengusulkan adanya:

1. Penghapusan biaya premium-rekening minimum pemakaian listrik 40 jam menyala, termasuk untuk pelanggan industri premium 235 jam yang menyala selama masa pandemik COVID-19.

2. Penghapusan mekanisme tagihan minimum gas oleh PGN, yang akan sangat meringankan beban biaya industri, mendapatkan flexibilitas untuk membayar energi sesuai dengankonsumsi gas yang mengikuti pemakaian dalam proses manufaktur.

3. Penundaan pembayaran 50% tagihan PLN hingga Desember 020 dengan jaminan cicilan berupa giro mundur selama 12 bulan.

4. Penghapusan denda keterlambatan.

Terkait dengan gas, APINDO mendorong pemerintah untuk segera mengimplementasikan penurunan harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi (plant gate) untuk seluruh sektor industri menjadi harga USD 6 per mmbtu dengan nilai Amerika Dollar setara dengan Rp14.000. mdk/mb06