loader image

Minyak Dunia Anjlok Akibat Konflik

JAKARTA – Minyak berjangka jauh pada akhir perdagangan Rabu (27/5) waktu AS atau Kamis pagi waktu Indonesia. Ke­ja­tuhan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan se­dang memikirkan respons kuat terhadap undang-undang ke­a­manan yang diusulkan China di Hong Kong.

Kejatuhan juga dipicu keraguan pasar atas komitmen Rusia me­mangkas produksi minyak. Diutip dari Antara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$1,54 atau 4,5 persen jadi US$32,81 per barel.

Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun US$1,43 atau 4,6 persen ke level US$34,74 dolar AS per barel.

Kelompok yang dikenal sbagai OPEC+ ini memangkas pro­duksi hampir 10 juta barel per hari (bph) pada Mei dan Juni. Pre­siden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mo­hammed bin Salman setuju melanjutkan koordinasi lebih erat dan lanjut dalam membatasi produksi minyak.

Namun banyak yang merasa Rusia mengirimkan sinyal be­ragam menjelang pertemuan antara Organisasi Negara-negara Pe­ngekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dalam waktu kurang dari dua minggu mendatang.

“Kedengarannya hebat di atas kertas, tetapi pasar menahan ke­gembiraan sampai kami mendapatan rincian lebih lanjut tentang apa­kah akan ada pemotongan, berapa banyak barel akan dipotong dan lamanya pemotongan,” kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn. cnn/mb06