loader image

Sekolah TK Negeri Pembina Kotabaru Berbagi Sembako

SEMBAKO – TK negeri  Pembina Kotabaru bersama wali murid  saat membagi bagikan sembako kepada tukang becak di jalanan.(ebet)

KOTABARU – Dalam mencegah meluasnya dan memutus rantai penyebaran virus coron membuat pemerintah menganjurkan masyarakat agar berdiam di rumah, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan serta menjaga jarak.

Terbatasnya aktivitas masyarakat, khususnya yang mencari nafkah di luar rumah secara tidak langsung berdampak pada melemahnya sektor perekonomian. Bahkan, seorang penarik becak di Kabupaten Kotabaru mengaku pendapatannya menurun hingga 70 persen.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah pun cukup bijaksana. Hampir seluruh masyarakat di setiap daerah mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah. Bahkan, sejumlah kalangan juga tak mau ketinggalan untuk mengulurkan tangan memberikan bantuan.

Seperti yang dilakukan Sekolah TK Negeri Pembina, Kabupaten Kotabaru. Para guru beserta wali murid yang terhimpun dalam suatu paguyuban beranjak dari sekolah menuju Jalan H Hasan Basri untuk membagikan sembako.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Kotabaru Nursafitri melalui Sekretaris Siti Fatimah mengatakan, kegiatan berbagi sembako bersama sejumlah wali murid itu merupakan bentuk kepedulian untuk meringankan beban hidup masyarakat yang terdampak pandemi virus corona.

“Dalam pemberian sembako ini, kami mengutamakan warga yang dinilai sangt membutuhkan, seperti para penarik becak dan lainnya,” ujar Siti Fatimah di sela kegiatan tersebut, kemarin.

Fatimah mengatakan, dana untuk membeli sembako tersebut berasal dari kumpulan infaq anak-anak murid setiap Jumat sebelum sekolah diliburkan. “Bantuannya mungkin tak seberapa. Tapi, mudah-mudahan dapat sedikit membantu warga yang tengah kesusahan,” ucapnya.     Sementara itu, Sapri, salah satu warga yang berprofesi sebagai penarik becak mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih telah mendapat bantuan dari kegiatan yang dilaksanakan Sekolah TK Negeri Pembina Kotabaru tersebut.

“Alhamdulillah. Kami merasa sangat terbantu. Sebab, pendapatan selama ini sangat menurun. Hari ini saja, hampir setengah hari baru mendapat uang Rp 15 ribu,” tandasnya. (bet/mb03)