loader image

Gubernur Kalsel Lepas Tim KIE

Disediakan 1.000 Tempat Tidur Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

Menyampaikan Arahan – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor saat menyampaikan arahan sebelum pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi Covid-19 dari semua SKPD di lingkungan Pemprov pada seluruh kelurahan di Kota Banjarmasin. humpro

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Se­latan, H Sahbirin Noor mengharapkan du­­­kungan seluruh lapisan masyarakat ba­nua, untuk bergerak bersama-sama men­ce­gah dan memutus mata rantai penyebaran vi­rus corona (Covid-19).

 “Mari kita berjuang bersama-sama sesuai kemampuan masing-masing untuk mencegah dan menutus mata rantai penyebaran Covid-19 di banua,” ujarnya saat menyampaikan arahan sekaligus melepas Tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dari tiap SKPD Pemprov Kalsel di Banjarmasin, Selasa (19/5).

Pelepasan Tim KIE Covid-19 Provinsi Kalsel antara lain dihadiri Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, H Abdul Haris dan Wakil Ketua Harian Gugus Tugas, DR H Hanif Faisol Nurrofiq.

Tim yang dilepas tersebut berasal dari 26 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masing-masing setiap SKPD dua tim untuk menyampaikan informasi kepada seluruh kelurahan di Kota Banjarmasin terkait bahaya dari virus corona tersebut.

Menurut Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel) itu, upaya maksimal yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, salah satunya menyampaikan informasi bahaya Covid-19 ini akan mampu menyadarkan masyarakat sehingga mematuhi aturan pemerintah.

“Saya kira dukungan masyarakat terhadap tenaga kesehatan yang telah berjuang menangani Covid-19 tersebut yakni mematuhi aturan pemerintah, seperti memakai masker jika keluar rumah, jaga jarak dan menghindari kerumunan,” katanya.

Paman Birin mengakui, tanpa dukungan dari masyarakat dengan disiplin melaksanakan anjuran pemerintah tersebut, maka upaya jajaran kesehatan hanya sia-sia dan korban virus corona tersebut akan terus berjatuhan.

Dalam kesempatan itu, Paman Birin berharap tim yang melaksanakan KIE hendaknya menyampaikan informasi secara santun dan mengajak masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona di banua tercinta ini, khususnya Banjarmasin.

Perlu diketahui, setiap tim SKPD yang melaksanakan KIE pada semua kelurahan di Kota Banjarmasin dibekali 500 buah masker kain, yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.

“Tiap tim KIE SKPD akan dibekali 500 buah masker untuk dibagikan ke masyarakat nantinya,” kata Paman Birin. 1.000 Tempat Tidur.

Terpisah, Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, DR H Hanif Faisol Nurrofiq menambahkan, guna mengantisipasi melonjaknya pasien Covid-19, Tim Gugus Tugas menyiapkan 1.000 tempat tidur (TT).

Hal itu dilakukan, kata Hanif yang juga Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel itu, mengingat hasil rapid test beberapa waktu lalu ada sekitar 10 persen masyarakat yang reaktif. Artinya, masih ada ribuan masyarakat yang terpapar Covid-19.

Hanif menyebutkan, seribu TT sebagai fasilitas untuk pasien Covid-19 di Kalsel meliputi RSUD Ulin Banjarmasin yakni dari 125 buah ditingkatkan menjadi 300 TT, dan diharapkan Sabtu (23/5) sudah selesai.

Selain itu, RSUD dr HM Anshari Saleh Banjarmasin dari semula 50 TT ditingkatkan menjadi 110 TT, dan diharapkan Kamis (21/5) persiapan sudah selesai dan bisa digunakan, mengingat saat ini TT yang ada sudah penuh.

Selanjutnya, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin milik Pemko Banjarmasin diharapkan tersedia sebanyak 100 TT untuk memback up, dan Pemprov menyediakan sarana dan prasarananya, sedangkan ruangnya sudah ada.

RSUD Idaman Banjarbaru disiapkan 50 TT dan RSUD H Boejasin Pelaihari, di Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang merupakan RS rujukan Covid-19 di Kalsel saat tersedia 128 TT dan akan ditingkatkan menjadi 250 TT.

Hanif menjelaskan, RSUD H Boejasin Pelaihari disiapkan untuk pasien Covid-19 yang berasal dari Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.

 “Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai tersebut dimaksudkan untuk mencegak angka kematian dari pasien Covid-19 di Kalsel,” katanya seraya menyebutkan, Tim Gugus Tugas Provinsi juga menyediakan 1.000 TT untuk karantina khusus. ani