loader image

Enggan Perpisahan Besar-besaran

Pradita Utama

Jakarta – Tontowi Ahmad mengaku kurang percaya diri jika dibuatkan acara perpisahan besar-besaran. Menurutnya acara semacam itu cuma pantas untuk seorang legenda.

Tontowi Ahmad, juara dunia 2013 dan 2017, merasa dirinya bukanlah seorang legenda bulutangkis sehingga perpisahannya harus dirayakan secara besar-besaran.

“Sebenarnya Djarum sempat menawarkan untuk dibuat farewell. Cuma saya bilang acara tersebut untuk seorang legenda seperti Ci Butet (Liliyana Natsir) oke-lah,” kata Tontowi kepada awak media dalam aplikasi Zoom.

“Kalau saya rencana sudah pensiun dan belum tentu ikut pertandingan lagi, tiba-tiba farewell, sayanya sudah tak percaya diri lagi. Tapi misalnya acara kecil-kecilan, internal di Djarum, saya mau,” lanjutnya.

Tontowi sejatinya me­ru­pa­kan salah satu atlet andalan PBSI dan Indonesia. Pun­cak­nya saat dipasangkan dengan Liliyana Natsir pada akhir 2010. Dia sukses mengoleksi deretan gelar mentereng. Mulai dari juara dunia pada 2013 dan 2017 hingga hat-trick All England.

Dia juga berhasil men­du­lang medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Medali itu pula yang menghapus dahaga sektor ganda campuran sejak sektor tersebut dipe­r­tan­di­ngkan di Atlanta 1996.

“Saya sudah puas (dengan karier). Sudah dapat All England, juara dunia, Olim­piade, karena memang golnya di sana. Mungkin kalau Olimpiade belum dapat saya belum puas,” ujarnya. mcy/krs