loader image

Mentan Puji Surplus Pangan di Banjar

LAKUKAN KUNJUNGAN – Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH melakukan kunjungan kerja  di Kabupaten Banjar. mb/adi

MARTAPURA – Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH melakukan kunjungan kerja di Kalsel khususnya di Kabupaten Banjar dalam rangka peninjauan lapangan kegiatan optimalisasi lahan Program Serasi Tahun 2019.

Desa Manarap, Kecamatan Kertak Hanyar menjadi salah satu lokasi yang dikunjunginya. Surplusnnya tanaman pangan

utamanya beras di tengah pandemi Covid-19 mendapat pujian menteri.

Saat ini di Kecamatan Kertak Hanyar dengan luas lahan total 2.963 Ha, sudah 100 persen ditanam. Umur tanaman sekarang berkisar satu sampai dua bulan dengan varietas Unus Rukot. Di Desa Manarap Baru luas lahan mencapai 667 Ha.

Dalam kunjungan ini, Menteri Pertanian didampingi beberapa Dirjen, staf ahli menteri, Gubernur Kalsel, Bupati Banjar yang diwakili Sekda HM Hilman, Forkopimda Kalsel dan Banjar, Kadis TPH Provinsi Kalsel dan Kadis TPH Banjar M Fachry.

Kondisi ketersedian gabah/beras di Kabupaten Banjar saat pandemi Covid-19 sendiri sangat cukup, bahkan saat ini masih surplus karena dari Maret hingga sekarang masih panen kurang lebih 14 ribu ha padi sawah pertanaman 2019/2020.

“Mulai April lalu hingga Juni, panen padi Gogo kurang lebih 12 ribu Ha. Padi juga akan panen raya pada Juli hingga September depan seluas 54 ribu Ha,” jelas Kadis TPH Banjar Ir Muhammad Fachry seraya menambahkan, dampak positif adanya kegiatan Serasi, juga mampu menaikkan Indeks Pertanaman (IP), sehingga terjadi kenaikan produksi dan produktivitas padi.

Sementara Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya mengatakan, lahan eksisting kelas I perlu dinaikkan produktivitasnya.

Menurutnya, sektor pertanian sendiri diyakini mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. “Saya berharap, tata kelola air agar benar-benar diperhatikan, karena permasalahan lahan pertanian di Kabupaten Banjar adalah air,” imbuhnya.adi/rds