loader image

Wawali Pimpin Rapat Persiapan PSBB

PIMPIN RAPAT – Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). mb/dio

BANJARBARU – Wakil Wali (Wawali) Kota Ban­jar­baru H Darmawan Jaya Setiawan me­mimpin Rapat Persiapan Pe­lak­sanaan Pembatasan Sosial Ber­skala Besar (PSBB).

Rapat yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru, Selasa (12/5) malam, diikuti Forkopimda Ko­ta Banjarbaru selaku Satuan Gu­gus Tugas Covid-19 Kota Ban­jarbaru, dan SKPD terkait dalam Satuan Gugus Tugas Co­vid-19 Kota Banjarbaru.

Dalam Rapat Persiapan Pe­lak­sanaan PSBB di Kota Ban­jar­baru, Wakil Wali Kota Ban­jar­baru H Darmawan Jaya Se­tiawan menyampaikan pe­lak­sa­naan PSBB Ban­jar­ba­kula se­suai Pergub yaitu Banjarbaru, K­a­bupaten Banjar, dan Batola. Rencananya PSBB di­te­tap­kan pada Jumat (15/5) pukul 24.00 Wita atau Sabtu (16/5) dini hari.

Sebelum PSBB di­lak­sa­nakan, H Darmawan Jaya Se­tia­wan meminta beberapa ke­siapan, seperti jaring pengaman so­sial/bansos diserahkan sebelum atau saat awal pelaksanaan PSBB diterapkan.

“Siapkan juga tempat ka­ran­tina, kalau ada ODP masuk lewat ja­lur bandara tanggung jawab pe­merintah provinsi, dan kalau ada ODP masuk lewat jalur Kalteng tanggung jawab Gugus Tugas Kota,” ujarnya sembari me­nye­but­kan adanya beberapa alternatif tem­pat yang di­se­dia­kan sebagai tempat karantina ODP.    

Wakil Wali Kota Ban­jar­baru H Darmawan Jaya Setiawan me­nya­takan, rapat ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan, dan pada Kamis (14/5) akan di­la­kukan rapat pemantapan di­lan­jut­­kan sosialisasi PSBB kepada ma­s­yarakat melalui kon­voi me­nge­­lilingi Kota Banjarbaru, medsos dan lainnya.

GAWI SABARATAAN – Jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru dan Forkompinda Kota Banjarbaru mengikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Aula Gawi Sabarataan Balai Kota Banjarbaru. mb/dio

Sosialisasi PSBB dilakukan juga di pasar rakyat melalui pe­na­taan pasar, lapak sudah dicat agar ada jarak, untuk PKL subuh pukul 09.00 Wita harus tutup.

“Tidak ada PKL lainnya se­te­lah itu, dan Satpol PP agar mem-backup Disperindag dalam penataan pasar,” ujarnya. “Tentunya dengan ke­ber­sa­maan, kita pasti bisa melalui pan­demi Covid-19 di Kota Ban­jarbaru,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Pengamanan PSBB Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang juga Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto mengatakan, pelaksanaan Pengamanan Per­ba­tasan (Pamtas) Gabungan Ka­bu­pa­ten Banjar dan Banjarbaru ada tiga titik, yaitu SPBU Gubernur Soebardjo, Batas Kota dan Q Mall, dan Indomaret di Sungai Ulin.

Sementara, untuk wilayah khu­­sus Kabupaten Banjar ada em­pat titik yaitu: wilayah Sungai Lulut di Simpang Empat Sungai Tabuk, Pal 7 depan Giant, Basi­rih dan Jalan A Yani Pasar As­tam­bul. Sedangkan, untuk wi­la­yah Banjarbaru terdiri dari empat titik yakni SPBU Ki­lo­me­ter 17, U turn Kompleks Citra Grha, SPBU Landasan Ulin Se­la­tan ju­rusan Pelaihari, Simpang Ti­ga Bangkal Cempaka, dan Ka­rang An­yar Amaco.

Bagi warga Banjarbaru yang be­­kerja di Kabupaten Banjar ataupun sebaliknya, harus mem­ba­wa surat pe­ngan­tar RT atau dari surat tu­gas dari kantor.

“Warga tak bisa keluar ma­suk antara Banjarbaru dan Ka­bu­paten Banjar semaunya, harus me­lalui pemeriksaan. Kalau ala­san­nya jelas d­ipe­r­bo­lehkan ma­suk, tapi kalau tidak jelas akan kita suruh kembali,” ujarnya.

Terkait banyaknya jalan kecil atau jalan tikus menuju K­abupaten Banjar dan Ban­jarbaru, pihaknya su­dah berkoordinasi dengan Gu­gus Tugas Kecamatan dan Ke­lu­rahan serta RT/RW, agar bisa menjaga wilayahnya masing-masing, didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di wi­layah tersebut, jelasnya. dio