loader image

PSBB di Banjarmasin Diperpanjang Hingga 21 Mei

Sanksi Tegas bagi Pelanggar

DIPERPANJANG – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina selaku ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, mengumumkan perpanjangan Pemberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2 mulai 8 Mei hingga 21 Mei, di Balai Kota, Kamis (7/5). Alasannya, PSBB tahap pertama masih belum maksimal menurunkan angka positif corona. prokom-bjm

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan hasil PSBB tahap pertama oleh Tim Gugus Tugas Covid-19, masih belum maksimal menurunkan angka positif corona.

Penerapan status PSBB tahap kedua ini akan dimulai tanggal 8 hingga 21 Mei mendatang. “Kita telah menyepakati PSBB dilanjutkan. Di PSBB tahap kedua ini, ada sejumlah komitmen-komitmen dan perbaikan yang harus kita lakukan, di antaranya adalah terkait dengan mempertegas fungsi Satuan Tugas (Satgas),” ujar Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina saat memberikan keterangan pers, di Balai Kota, Kamis (7/5).

Menurutnya, ada empat Satgas yang tugas dan fungsinya akan lebih dipertegas dalam penerapan PSBB tahap kedua ini. Rinciannya,  Satgas bidang kesehatan yang diketuai oleh Kepala Dinas Kesehatan dan seluruh timnya, tapi juga didukung oleh instansi yang lain.

Satgas Sistem Pengamanan Kota (Sispam) Kota, dipimpin Kapolresta Banjarmasin bersama anggotanya dibantu Satpol PP, Dishub, dan TNI.

Kemudian Satgas penegakkan Perwali  diketuai Kasatpol PP, dibantu anggota TNI Polri dan Dishub. Dan, Satgas Sosialisasi terkait kegiatan PSBB oleh Diskominfotik Kota Banjarmasin.

Penegasan fungsi dan tugas Satgas dalam pelaksanaan PSBB tahap kedua ini, diharapkan dapat lebih memberikan dampak positif kepada masyarakat, salah satunya menurunnya jumlah masyarakat terpapar virus Covid-19.

Walikota Ibnu Sina menjelaskan, alasan mendasar yang membuat kebijakan PSBB jilid 2 ini diambil, karena jumlah kasus Covid-19 di ibu kota Kalsel itu setiap harinya terus melonjak naik.

 “Sesuai dengan aturan Kemenkes, ditemukan penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 di Banjarmasin dan hampir semua kelurahan sudah zona merah,” ujar Ibnu Sina.

Sekadar informasi, data terakhir per Kamis (7/5) pukul 16.00 Wita, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Banjarmasin sudah mencapai angka 499, 28 pasien dalam pengawasan (PDP).

Sementara untuk kasus positif sudah mencapai angka 84 orang, 53 di antaranya masih dalam perawatan, 15 sembuh dan 16 orang meninggal dunia akibat Covid-19.  “Mudah-mudahan pelaksanaan PSBB jilid 2 ini bisa lancar di lapangan,” ucapnya.

Rencananya, tim teknis PSBB tahap kedua akan segera merumuskan hal-hal yang dibolehkan dan yang tidak dibolehkan dalam aturan PSBB tahap kedua ini, termasuk terkait dengan jaring pengaman sosial.

Walikota Ibnu Sina mengakui, sejak diterapkan pada Jumat (24/4) lalu, model pengetatan pergerakan publik demi mencegah penyebaran memutus mata rantai virus Corona (Covid-19) yang awalnya dipilih oleh pemerintah pusat ini, banyak dapat catatan.

“Banyak catatan baik dari aspek Perwali (Peraturan Walikota), Satgas (satuan tugas), pelaksanaan di lapangan seperti di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan sispam (sistem pengamanan) kota, termasuk keamanan penegakkan Perwali,” kata Ibnu Sina.

Pada PSBB jilid 2 ini, Ibnu juga menyatakan aturan yang diambil akan lebih tegas untuk memberikan efek jera terhadap masyarakat yang tak patuh dan melanggar PSBB. Hal itu melihat banyaknya masyarakat yang tak patuh pada 14 hari berjalannya PSBB ini.

“Tadi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin memberikan wawasan kepada kita, dan berkaca pada daerah lain yang sudah melakukan penegakkan hukum bagi pelanggar PSBB. Jadi, bukan hal yang tabu jika kita memberikan ketegasan kepada masyarakat,” tegasnya. prokom-bjm/via/jjr