loader image

Gubernur Hapus Denda Pajak Kendaraan, Mulai 1 Mei Hingga 31 Desember 2020

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Se­latan, H Sahbirin Noor membebaskan sank­si administrasi denda bagi pajak ken­da­raan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Ken­daraan Bermotor (BBNKB) di Kalsel terh­itung mulai tanggal 1 Mei hingga 31 De­sember 2020.

Hal tersebut diberlakukan untuk me­ri­ng­ankan beban wajib pajak kendaraan ber­mo­tor di banua ini yang terdampak pandemi Co­rona yang sedang terjadi saat ini.

“Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Ke­pu­tusan (SK) Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0214/KUM/2020,” kata Kepala Bi­dang Pendapatan Pajak Bakeuda Provinsi Kal­sel, H Rustamaji saat  dikonfirmasi, K­a­mis (30/4).

Menurut Rustamaji, keputusan gubernur un­tuk membebaskan denda pajak, dilakukan un­tuk meringankan beban masyarakat yang ter­dampak oleh wabah Covid 19 ini.

“Melihat kondisi masyarakat di tengah wa­bah Covid-19 ini, maka Gubernur Kalsel mem­berikan keringanan penghapusan biaya den­da kepada masyarakat yang terlambat ba­yar pajak kendaraan bermotor,” ujar Rus­tamaji.

Pembebasan denda pajak ini berlaku ba­gi seluruh wajib pajak dan mulai di­ber­la­ku­kan  tanggal 1 Mei sampai 31 Desember 2020 di seluruh kantor bersama Samsat in­duk se-Kalimantan Selatan.

“Jadi silakan wajib pajak untuk me­nu­naikan bayar pajak yang sudah terlambat tan­pa ada biaya denda asal antara tanggal 1 Mei sampai 31 Desember 2020 ini,” ka­tanya.

Ditekankan Rustam, bagi masyarakat ya­ng memiliki kendaraan bermotor, namun pa­jaknya sudah lama mati juga dipersilahkan membayar tanpa dikenakan denda.

Baca juga :  Diskan Tabalong Sidak Pedagang Anakan Ikan

“Jadi bukan pajak yang terlambat bayar pa­da tahun 2020 saja, tetapi juga berlaku ba­gi yang belum bayar pajak pada tahun-ta­hun sebelumnya,” terang Rustam.

Kantor Samsat dimasa tanggap darurat Co­vid-19 ini masih dibuka untuk melayani mas­ya­rakat yang akan bayar pajak ken­da­ra­an bermotornya.

Namun demikian, katanya, dalam pe­lak­sanaannya tetap menjalankan prosedur pen­cegahan penularan Covid-19 seperti jaga ja­rak, penggunaan masker serta ketersediaan tem­pat cuci tangan dan pakai sabun. ary/bdm/ani