loader image

PSBB Berdampak Stok Darah Berkurang

AULIA RAMADHAN SUPIT

BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjar­masin untuk mengatur kebijakan, terkait kegiatan donor darah. Sebab, dikhawatirkan  penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akan berdampak stok darah berkurang.

Pasalnya, dengan penerapan PSBB di Kota Banjarmasin, akan berdampak terhadap jumlah pendonor. Secara otomatis stok darah di PMI tidak memenuhi kebutuhan di rumah sakit.

“Kami khawatir kalau para pendonor takut untuk keluar rumah selama PSBB, makanya kita berharap ada kebijakan atau solusi dari pemerintah baik provinsi maupun kota untuk menghadapi kekurangan stok darah ini,” kata Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjar­masin dokter Aulia Rama­dhan Supit, kepada wartawan beberapa hari lalu.

Yang dikhawatirkan, tegas­nya, apabila tidak ada sama sekali orang yang mau men­donorkan darahnya. Hal itu, tentu membuat pihaknya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan darah di seluruh rumah sakit di Banjarmasin.

“Soalnya kalau tidak ada yang mendonor, bisa-bisa stok kami akan kosong lagi. Lalu bagaimana kita memenuhi ke­butuhan stok darah di rumah sakit,” ujarnya.

Apalagi, kata dr Rama –panggilan akrabnya, PSBB itu bertepatan dengan bulan Ra­madhan. Biasanya di bulan Ramadhan ini, para pendonor datang pada malam hari. Dengan adanya aturan jam malam, maka orang-orang malah terkesan takut ke luar rumah.

Biasanya gerainya di Pasar Niaga dan depan Mesjid Sabilal Muhtadin, buka dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 23.00 malam di bulan Ramadhan. Jadi, dengan adanya aturan PSBB ini, apakah masih  ada pendonor yang datang.

Dari itulah, bahwa pihaknya sangat membutuhkan solusi, dari pemerintah daerah setempat, agar bisa memenuhi keperluan darah di Kota Banjarmasin.

“Dari informasi rekan PMI di DKI Jakarta dan Jawa Barat, meskipun juga diterapkan PSBB, tapi warganya tetap bisa donor. Oleh karena itu kami sangat berharap kebijakan dari pemimpin daerah setempat,” katanya.

Seperti sekarang ini saja, stok darah di PMI Kota Banjar­masin sendiri masih tersisa sebanyak 250 kantong. Tetapi stok cadangan tersebut, diper­kirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan darah selama beberapa hari.

“Jumlah segitu besok sudah habis,” jelasnya. Oleh karena itu, ia pun mengimbau kepada warga masyarakat untuk terus mau menyumbangkan darahnya demi kebaikan bersama. edo