loader image

Mantan Kades Sungai Saluang Diancam Empat Tahun Penjara

BANJARMASIN –   Rahmadi mantan Kepala Desa Sungai Saluang Kecamatan Belawang Kabupaten Batola yang diduga menyelewengkan dana desa diancam empat tahun penjara

Oleh JPU Andri Kurniawan dalam tuntutannya menyatakan kalau terdakwa selama proses persidangan terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana pada pasal 3 ayat (1) Jo pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah ditambah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pem­berantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sehingga terdakwa dituntut selama dua tahun dan enam bulan penjara, denda Rp50 Juta subsidair tiga bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti sebesar Rp545 Juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka gantinnya kurungan penjara selama satu tahun dan tiga bulan (15 bulan). jadi kalau ditotalkan tuntutan JPU selama empat tahun penjara.

Atas tuntutan tersebut Majelis hakim yang dipimpin hakim Teguh Sentosa mem­berikan, kesempatan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya Andri Kal untuk menyampaikan nota pembelaan sidang mendatang.

Perbuatan terdakwa di tahun 2017-2018 dengan membuat laporan fiktif, sehingga berdasarkan hasil audit BPKP Propinsi Kalsel terdapat unsur kerugian negasa sebesar Rp545.641.010.

Dari hasil audit tersebut menurut JPU, terdakwa sudah mengembalikan ke rekening kas desa sebesar Rp45.000.000. Sehingga masih ada sisa yang merupakan kerugian negara atau perekonomian negara sebesar Rp500.643.010.

Bahwa sebagai kepala desa, dalam melaksanakan pe­ngelolaan keuangan di desanya tahun 2017 dan 2018, Rahmadi tidak membentuk Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD).

Dalam melakukan pencairan dan pengambilan uang di rekening kas desa, dilakukan sendiri oleh tersangka tanpa adanya permintaan pembayaran dari pelaksana kegiatan.

Uang yang dicairkan atau diambil dari rekening kas desa selanjutnya dipegang dan dikuasai oleh terdakwa, terdakwa juga membuat laporan fiktif,seolah-olah kegiatan sudah direalisasikan.ris