loader image

Mantan Sekretaris KNPI Terima Dihukum Setahun

SIDANG DANA HIBAH – proses sidang korupsi dana hibah KNPI Tanah Laut melalui video conference dengan terdakwa Puput Baharuddin mantan Sekretaris KNPI Tala. mb/ris

BANJARMASIN – Puput Baharuddin Mahmud mantan Sekretaris KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupatin Tanah Laut periode 2017/2020, yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah se­ba­gaimana pada pasal 3 jo pasal 18 UURI No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU RI No 20 tahun 2001 tentang pem­be­rantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas putusan majelias hakim yang dipimpin Teguh Santoso SH MH, terdakwa menyatakan menerima. Pada sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (8/4/2020),dengan agenda putusan majelis hakim juga membebani terdakwa untuk membayar denda Rp50 juta subsidair sebulan ku­rungan.

Dalam putusan tersebut juga disebutkan kalau terdakwa tidak membayar uang pengganti pasalnya uang yang berjumlah Rp15 juta sudah diserahkan terdakwa.

Sementara JPU atas putusan tersebut masih menyatakan pikir-pikir. Vonis yang diberikan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa selama 18 bulan penjara, denda sebesar Rp50 juta subsidair sebulan ku­rungan.

Terdakwa bersama dengan ketua dan bendahara KNPI Tanah Laut, tidak dapat mempertanggungjawabkan dana hibah sebesar Rp339,-juta lebih

Dalam dakwaannya, terdakwa bersama Sahruji selaku Ketua KNPI Tanah Laut dan bendaharnya Paulina Riska pada tahun anggaran 2019 menerima dana hibah dari Pemkab Tanah Laut sebesar Rp1,2 M lebih untuk me­lak­sanakan 24 kegiatan ke­pemudaan.

Diakhir kegiatan ternyata ketiga tidak dapat mem­per­tanggungjawabkan dan dinilai JPU sebagai kerugian negara. Adapun dugaan pe­nyim­pangan yang dilakukan terdakwa bersama dua terpidana dengan melakukan 24 kegiatan, namun sebagian laporan dari kegiatan itu tidak sesuai dengan kenyataannya, sebagian ada di mark up, sehingga me­nim­bulkan kerugian negara.

Dua terdakwa terdahulu, majelis hakim menjatuhkan vonis penjara masing masing setahun terhadap dua pengurus KNPI Kab. Tanah Laut. Kedua terdakwa tersebut adalah mantan Ketua KNPI Tanah Laut Syahruji dan mantan bendaharanya Paulina Riska.ris