loader image

Kantongi Laba Bersih Rp217 M

JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk mem­bukukan laba bersih sebesar Rp 217 miliar pada 2019. Angka ini me­ni­ngkat 14 persen dibandingkan pen­ca­paian laba 2018 (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut di­dukung oleh produk trade fi­nance yang menjadi andalan pe­ru­sahaan. Realisasi pencapaian laba bersih dikontribusikan oleh pen­dapatan bunga dan syariah sebesar Rp 2 triliun, serta dari pen­dapatan operasional lainnya (fee based income) sebesar Rp 784 miliar.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo me­n­gatakan penyumbang fee based income terbesar dari produk tra­de finance tumbuh signifikan 96 persen (yoy) menjadi Rp 235,90 miliar.

“Pencapaian pertumbuhan laba pada 2019 sesuai dengan re­ncana dan strategi yang telah ditetapkan Bank Bukopin untuk tu­m­buh berkelanjutan di tengah situasi ekonomi yang cukup me­nantang,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/4).

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2019 yang di­pub­likasikan pada 4 April 2020, beberapa produk trade finance men­jadi andalan perusahaan sepanjang 2019, di antaranya adalah Bank Garansi, Flexy Bill, Flexy Health, Flexy Gas, dan Flexy Pay. Selama periode tersebut, produk Bank Garansi Bank Bu­ko­pin tumbuh 49 persen (yoy) menjadi Rp 112,68 miliar.

Pada periode yang sama Flexy Bill juga tercatat tumbuh sig­nifikan sebesar 212 persen menjadi Rp 66,74 miliar di­ban­dingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 21,35 miliar.

Sedangkan pen­capaian kinerja dua produk terbaru dari rangkaian produk Fle­xy, yaitu Flexy Health mencatat pendapatan Rp 1,62 miliar se­panjang Maret hingga Desember 2019 dan Flexy Gas mencatat pen­dapatan Rp 6,06 miliar pada Desember 2019. rep/mb06