loader image

Jatim Beri Rp600 Ribu Buat Warga yang Kena PHK

JAKARTA – Pemerintah Pro­vins Jawa Timur memberikan sti­mu­lus ekonomi berupa tunjangan Rp600 ribu per bulan kepada war­ganya yang terkena P­e­mu­tus­an Hubungan Kerja (PHK) akibat dam­pak sosial dan ekonomi pan­de­mi virus corona.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Hi­m­awan Estu Bagijo menyebut da­na Rp600 ribu itu akan masuk ke rekening masing-masing war­ga yang terdaftar.

“Kalau mereka juga ingin me­ng­ikuti pelatihan kerja dilakukan se­ca­ra daring karena aturan social dis­taning. Lembaga pelatihan ker­ja atau Balai Latihan Kerja yang me­latih dapat stimulus Rp1 juta untuk setiap orang yang dilatih,” ujar­nya, Minggu (5/4).

Kerangka kartu prakerja, Hi­ma­wan melanjutkan, saat ini diu­bah menjadi stimulus ekonomi ba­gi pekerja yang mengalami PHK atau dirumahkan. Ia me­ng­aku telah bekerja sama dengan pe­me­rintah kabupaten/kota se-Ja­wa Timur untuk mendata jum­lahnya.

Tidak cuma pekerja wilayah se­tempat, stimulus ekonomi ter­se­but juga akan menyasar pekerja mi­gran yang pulang ke Indonesia ka­rena habis masa kontraknya atau terkena dampak pandemi cov­id-19.

Akhir pekan lalu, Dis­na­ker­trans Jatim telah mendaftarkan se­ban­yak 7.177 orang dari berbagai dae­rah di wilayah setempat untuk men­dapatkan stimulus ekonomi dari Kementerian Ke­te­na­ga­ker­jaan.

Dari jumlah yang terdaftar, se­banyak 6.111 pekerja di an­ta­ra­nya berstatus dirumahkan, 852 ora­ng terkena PHK dan 214 ora­ng pekerja migran Indonesia su­dah tidak bekerja atau kontrak ker­janya habis. “Pendataan masih terus ber­langsung. Rencananya akan kami daf­tarkan lagi pada Rabu, 8 April men­datang,” ujarnya. ant/mb06