loader image

Bailout Bank Sistemik Lewat LPS

JAKARTA – Bank Indo­ne­sia (BI) akan kembali memiliki ke­wenangan untuk me­la­ku­kan bailout bank-bank sis­te­mik lewat Lembaga Penjamin Sim­panan (LPS).

Hal tersebut me­rujuk pada Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Ke­bi­jak­an Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Pe­nanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Salah satu ketentuan dalam Perppu tersebut adalah Bank In­donesia (BI) diberikan kewenangan untuk melakukan pembelian su­rat utang konvensional maupun syariah yang diterbitkan oleh ne­gara.      Kewenangan ini diberikan dalam rangka penanganan per­ma­salahan likuiditas dan stabilitas sistem keuangan di dalam ne­geri.

“Ini akan sangat hati hati untuk menjaga ketenangan market. BI bisa beli repo dari LPS apabila ada masalah di bank sistemik mau­pun non sistemik. Sumber pendanaan LPS ada berbagai opsi dan fleksibilitas agar LPS bisa menangani apabila dampaknya me­luas,” kata Sri Mulyani dalam konferensi video.

Namun, dalam kondisi pandemi saat ini, pemerintah menilai per­lu ada upaya luar biasa untuk mengantisipasi potensi pem­bu­ruk­an di sektor keuangan.

“Dalam Perppu ini diatur bahwa BI diberikan kewenangan un­tuk membeli SUN dan SBSN di pasar perdana, bukan sebagai first lender tapi sebagai last lender. Dalam hal pasar tidak bisa menyerap kebutuhan penerbitan SUN maupun SBSN baik karena jum­lahnya ataupun karena suku bunga terlalu tinggi,” ujar Gu­bernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan Pasal 16 Ayat 1 poin (c), disebutkan nantinya BI akan diberikan kesempatan untuk membeli Surat Utang Negara (SUN) maupun Surat Berharga Syariah Negara di pasar perdana. mdk/mb06