loader image

Striker Barito Putera Cerita Penanganan Corona oleh Pemerintah Serbia

Aleksandar Rakic – Pemain Barito Putera, Aleksandar Rakic, mengungkap penanganan wabah virus corona di Serbia. dok Instagram @rakic_a.9

Jakarta – Striker Barito Putera Aleksandar Ra­kic bercerita tentang penanganan virus Co­rona di Serbia. Negara pecahan Yugoslavia itu me­rupakan kampung halamannya.

Disebut Rakic, pemerintah Serbia cukup serius dalam menangani virus tersebut, salah satunya dengan memberlakukan aturan dilarang keluar buat warganya. Jika aturan dilanggar, pemerintah akan menjatuhkan hukuman pidana. Peraturan ketat itu diterapkan pemerintah Serbia demi menekan jumlah korban virus corona.

“Serbia telah mem­ber­la­kukan lockdown dan jam malam. Orang tak bisa keluar rumah dari jam 5 pagi hingga jam 8 malam,” tutur Rakic, dikutip dari laman resmi klub.

“Ancaman tiga tahun penjara apabila tak menaati aturan tersebut. Mall, restoran, transportasi publik, dan bandara tutup, tidak be­ro­perasi,” ujarnya menambahkan.

“Hanya rumah sakit, apotek, dan beberapa super­maket yang tetap buka.” Top scorer Liga 1 2018 itu tak mudik di tengah pandemi virus corona ini. Tak ada sanak keluarga yang menemani karena mereka tak ikut tinggal di Indonesia.

Pemain berusia 33 tahun pun membeberkan kegiatannya selama isolasi mandiri ketika Shopee Liga 1 2020 ditetapkan force majeure. Tak hanya berlatih ringan, Rakic juga melakukan aktivitas lain seperti bermain game.

“Saya memilih untuk di rumah saja karena itu meru­pa­kan satu-satunya cara kita mengalahkan penyebaran virus corona,” tuturnya.

“Latihan ringan saja di rumah, setelah itu mencaru hiburan dengan bermain game. Melakukan sesuatu yang menghibur tapi bermanfaat, seperti menonton film atau bermain Playstation 4,” ucapnya. cas/pur