loader image

Harga Buah Impor Diprediksi Naik

JAKARTA – Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Indonesia (Aseibsindo) mengeluhkan lambatnya rekomendasi dan perizinan impor komoditas buah dan sayur dari pemerintah.

Ketua Aseibsindo menuturkan, hambatan itu akan berdampak pada kenaikan harga lantaran nilai tukar rupiah terlanjur melemah terhadap dolar AS.

Ketua Umum Aseibsindo, Hendra Juwono, mengatakan, impor buah-buahan maupun sayuran sejak awal tahun tidak lancar karena sebagian besar kuota belum diterbitkan. Menurut Hendra, itu dikarenakan proses rekomendasi dan perizinan impor oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan yang sangat lambat.

Sementara, rekomendasi dan perizinan impor yang sudah diterbitkan sejak pada Januari-Februari baru untuk 18 perusahaan yang seluruhnya mengimpor komoditas dari Amerika Serikat. Pihaknya pun menduga ada indikasi monopoli oleh segelintir oknum perusahaan importir.

“Akibatnya, karena yang baru mendapat izin impor adalah dari Amerika Serikat dan meng­gunakan dolar AS, otomatis harga akan naik karena saat rupiah sedang melemah. Itu otomatis dampak harganya tinggi,” kata Hendra.

Padahal, kata Hendra, di tengah wabah Covid-19 saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menganjurkan masyarakat untuk memperkuat sistem imun tubuh. Salah satunya, dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Oleh sebab itu permintaan akan buah dan sayur diprediksi bakal terus meningkat. rep/mb06