loader image

6.000 Pengrajin Terdata Di Kabupaten Tapin

ANYAMAN PURUN – Muslimah salah satu pengrajin anyaman purun di desa Pabaungan Hilir, Kec.CLS, Kab.Tapin yang sukses membuat anyaman purun kombinasi dibawah binaan Dekranasda Kab.Tapin. mb/herman

RANTAU,– “Sebanyak 6.000 pengrajin, termasuk pengrajin rotan, anyaman purun, kopiah Jangang, Enceng Gondok sampai kerajinan daun atap Rumbia, telah terdaftar sebagai kerajinan yang ada di Kab.­Tapin.” ungkap Kabid Industri Agro dan Kimia Disperindag Tapin Ervan Aria Jaya kepada awak media saat menghadiri BSF 2020 baru-baru tadi.

Ervan mengatakan, beberapa pengrajin telah mendapatkan pembinaan dan diikutkan dalam setiap ajang pameran dan kegiatan pe­­latihan. “Salah satu pengrajin anyaman purum yang berhasil yaitu ibu Muslimah dari desa Pabaungan Hulu yang berhasil menciptakan aneka kerajinan purun kombinasi.

Dikatakan Ervan, untuk masyarakat yang ingin membeli berbagai kerajinan khas Tapin, bisa langsung mengujungi Galery TAMASA yang ada di depan siring RTH Rantau Baru.

Berbagai kerajina anyaman, keramik dan kerajinan sasirangan serta berbagai produk makanan ada di Galery Tamasa, sedikitnya ada sekitar 250 produk kerajinan khas Tapin di pajang disini, ungkap Ervan.

Produk-produk yang ada di galery Tamasa merupakan produk industri kecil menengah (IKM) binaan Dinas Pe­rin­dustrian yang diambil dari pengrajin yang ada di Ke­ca­matan di Tapin.

Galery Tamasa buka dari Senin sampai Jumat, sehingga bagi masyarakat yang ingin sekedar melihat atau membeli produk-produk kerajinan khas Tapin dapat mampir di Galery Tamasa Tapin.

Sementara itu Muslimah salah seorang pengrajin anyaman purun dari desa pabaungan Hilir Rt.01, No. 31 Kec. Candi Laras Selatan, Kab.Tapin, mengaku bangga produk-produk hasil ke­ra­jinannya di tampilkan dalam Galery Tamasa Kab.­Tapin.her/mb03