loader image

UMKM Jangan Sampai Mati

JAKARTA – Wakil Pre­si­den Ma’ruf Amin me­ng­a­ta­kan Pemerintah sedang me­rumuskan insentif bagi pa­ra pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang ter­dam­pak wabah Corona. Ma’ruf menerangkan pemberian insentif agar pelaku UMK tidak mati karena adanya wabah virus Corona.

Sebab, kata Ma’ruf, pelaku UMK sangat terdampak dengan ada­nya wabah virus corona. “Karena itu mereka juga harus di­se­lamatkan supaya mereka tidak mati, bisa berlanjut. Karena itu, perlu ada insentif-insentif yang diberikan, ini sedang di­ru­mu­kan detailnya oleh OJK dan Menteri Keuangan,” ujar Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf juga meminta keringanan beban kepada pa­ra pelaku UMK atas cicilan-cicilan. Ia menilai perlu adanya pe­nangguhan atau relaksasi beban kepada pelaku UMK yang ter­dampak.

“Saya minta OJK dan Menteri Keuangan untuk merumuskan ke­bijakan relaksasinya untuk meringakan beban mereka, beban-be­ban misalnya penangguhan, itu cicilan, dan juga insentif-in­sen­tif lainnya,” ujar Ma’ruf.

Ketua Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Aku­mindo) Ikhsan Ingratubun juga meminta pemerintah untuk tidak me­ngeluarkan kebijakan lockdown. Dia mengatakan kebijakan itu dipastikan akan mematikan perekonomian warga i sektor UMKM. “Kami pelaku usaha UMKM sangat menolak lockdown,” kata Ikhsan Ingratubun kepada Republika di Jakarta.

Dia mengatakan kebijakan penutupan akses dari dunia luar itu sudah pasti membuat bangkrut pelaku usaha UMKM. Ter­lebih, sektor fesyen dan kerajinan tangan saat ini mengalami dam­pak terbesar akibat status perpanjangan masa darurat.

Dia mengungkapkan industri fesyen misalnya yang sudah me­ng­alami penurunan omzet sebagai dampak penyebaran virus corona. rep/mb06