loader image

Penyaluran FLPP Lebihi 50 Persen

JAKARTA – Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat realisasi Pen­ya­lu­ran FLPP Kuartal I mencapai Rp 1,052 triliun untuk 10.436 unit rumah per 24 Maret 2020. Sehingga total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga 23 Maret 2020 sebesar Rp 45,419 triliun untuk 666.038 unit rumah.

Progress penyaluran itu menunjukkan proses bisnis penyaluran FLPP tetap berjalan di tengah kebijakan Social Distancing yang diterapkan pemerintah saat ini. Nilai itu juga menunjukkan kebutuhan masyarakat ber­pe­ng­hasilan rendah (MBR) terhadap hunian dapat terus dipenuhi oleh pemerintah.

Pada kuartal pertama 2020 ini PPDPP mencatat lima bank pelaksana yang telah melakukan penyaluran tertinggi. Sejak Januari hingga 24 Maret 2020, bank pelaksana tersebut adalah Bank BTN sebanyak 4.420 unit rumah, Bank BNI 1.925 unit), BPD BJB (961 unit), Bank Arthagraha (390 unit), dan BPD Jatim Syariah (350 unit).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan jika dilihat dari kuota yang dialokasikan pada 2020, saat ini terdapat tiga bank pelaksana dengan penyaluran lebih dari 60 persen. Bank itu adalah BRI Agro sebanyak 133 unit (66,50 persen) senilai Rp 12.880.837.500 (60,01 persen); Bank Jateng 90 unit (60 persen) senilai Rp 8.759.025.000 (54,41 persen); dan Kalsel Syariah 233 unit (64,72 peren) senilai Rp 24.208.455.000 (62, 66 persen).

Arief mengatakan pemerintah melalui PPDPP pada 2020 menetapkan target pe­nya­lu­ra­n bantuan pembiayaan perumahan FLPP sebesar Rp 11 triliun. Perinciannya Rp 9 triliun DIPA 2020 dan Rp 2 triliun dari pengembalian pokok. rep/mb06