loader image

Dinkes Anggarkan Rp 3,130 Miliar

KEPALA Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi dalam rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Banjarmasin mengatakan, status Banjarmasin sekarang naik, dari tanggap darurat menjadi siaga darurat corona.

Sebab, berdasarkan data penanganan corona di Banjar­masin, ada sebanyak 699 ODR (orang dengan risiko). Dan dari data ini, jumlah formulir pantauan yang diisi online, termasuk sisanya 126 orang yang lapor ke Puskesmas. Rata-rata mereka tidak mengalami keluhan.

“Ada 54 status ODP (orang dalam pengawasan), di antara­nya ada riwayat demam. Se­dang­kan untuk PDP di Banjar­masin bertambah dua pasien, satu di antara PDP adalah yang terkonfirmasi positif,” katanya.

Selanjutnya, Kadiskes Kota Banjarmasin mengimbau kepada masyarakat agar menggalakkan self karantina, PHBS dan Germas seraya ada penyem­protan disinfektan dan bud­a­yakan memakai masker. Kalau masker belum ada yang jual, bisa membuat sendiri.

“Untuk Banjarmasin ang­garan yang disiapkan untuk penanganan corona yakni Rp 530 juta kemudian ditambah Rp 2,6 miliar. Jadi, total sekitar Rp 3,130 miliar,” ungkapnya.

Sementara, Direktur RSUD Sultan Suriansyah Sukotjo Hartono menjelaskan, pihaknya menyiapkan ruang isolasi, dalam rangka waspada Covid-19 sesuai arahan pemerintah.

“Karena saat ini ruang yang ada dijadikan tempat scanning. Sementara dari edaran semua RS wajib memiliki ruang isolasi,” jelasnya.

Kemudian, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Totok A Daryanto mengatakan, dalam upaya pencegahan corona, pihaknya meliburkan pelajar, guru atau tenaga pendidik. Selanjutnya, melakukan pen­yem­protan dengan disinfektan di tiap sekolah.

Penyemprotan, kata dia, masih berjalan. Pasalnya jumlah sekolah di Banjarmasin ada sebanyak 207, ditambah 35 sekolah lainnya Tentunya banyak jumlah sekolah dan tidak sesuai petugasnya.

“Sehingga kita melakukan penyemprotan pada titik-titik tertentu, terutama yang masuk zona merah seperti kawasan Alalah Utara,” katanya. edo