loader image

Bisnis Sewa Tenda Hingga Wedding Terpukul Social Distancing

JAKARTA – Merebaknya virus corona membuat beberapa negara menerapkan social distancing hingga lockdown untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Akibatnya, beberapa bisnis mulai terpukul karena kebijakan ini.

Kebanyakan bisnis yang mengalami dampak paling besar dari social distancing adalah bisnis yang berinteraksi langsung dengan banyak orang. Sehingga, dengan adanya kebijakan ini, maka akan menurunkan pemasukan mereka.

Selain itu, bisnis ini akan lebih rentan untuk mengalami kerugian karena banyak dari pekerjanya adalah wiraswasta, tanpa opsi tunjangan pengangguran, atau dibayar setiap jam dan gaji tetap untuk gaji dengan sangat ber­gantung pada tip. Berikut bisnis-bisnis kecil yang terpukul akibat social distancing karena virus corona.

Penerapan Social Distancing ini membuat banyak usaha rental tenda, mengalami pengulangan jadual. Klain banyak me­ngun­durkan untuk menggunakan jasa tenda untuk acara perkawinan maupun pengumpulan orang banyak.

Hal yang sama, juga dialami event organitation the wedding. Wakil presiden Asosiasi Pro­fe­sional Internasional Pernikahan, Meghan Ely mengaku semua pernikahan yang dijadwalkan akan berlangsung dalam 60 hari ke depan telah ditunda. Untuk itu, dia harus mengatur ulang waktu pernikahan di musim gugur.

Vendor telah membayar deposit mereka yang tida dapat dikembalikan, kata Ely, tetapi pendapatan yang diantisipasi dari pembayaran selanjutnya akan ditunda hingga mendekati pernikahan.

Sama halnya dengan bisnis event organizer. Carla Ruben, yang menjalankan perusahaan katering Creative Edge Parties di New York City dan Miami mengatakan, telah mengalami kerugian karena klien mem­batalkan jadwal hingga bulan Mei ke depan.

Selain itu, restoran juga tedampak langsung. Dengan diterapkannya social distancing, maka jumlah pengunjung restoran dan bar terus menurun.

Meski sudah banyak restoran yang menerapkan sistem pesan antar, namun jumlah pesanan tetap menurun dibanding hari biasanya. Selain itu, beberapa pekerja juga memiliki kemungkinan untuk kehilangan pekerjaan karena menurunnya jumlah pengunjung.

Sama seperti restoran bisnis salon juga berinteraksi dengan orang secara langsung. Dengan adanya penyebaran virus corona, banyak orang yang enggan untuk pergi ke salon dan memilih untuk melakukan perawatan diri sendiri di rumah. Hanya beberapa orang saja yang masih tetap pergi ke salon, atau memanggil jasa salon ke rumah.

Kebanyakan, orang kantoran atau mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah memanfaatkan jasa bersih-bersih rumah. Namun, dengan adanya social distancing, maka bnyak perusahaan yang me­ngim­bau agar para pekerjanya untuk bekerja di rumah.cnn/mb06