loader image

Pasang Baliho Maklumat Kapolri Kepatuhan Kebijakan Pemerintah

Personel Polresta Banjarmasin sewaktu memasang baleho raksasa yang berisi Maklumat Kapolri Jenderal Idhan Azis.(ist)

BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin saat itu sudah memasang Baliho Maklumat Kapolri, Janderal Idham Azis, yang berbunyi tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran corona virus desease (covid 19), Selasa (24/3/2020).

Ada enam titik penempatan baliho raksasa itu, pertama di Kantor Polresta Banjarmasin, juga di pasang di tiap Kantor Polsek Jajaran, yang didalam baliho itu bertuliskan, menjaga Hari keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif.

Baliho berisi malumat orang nomor satu di Jajaran Polri itu, di Kantor Polresta Banjarmasin, di Kantor Polsek Banjarmasin Selatan, Kantor Polsek Banjarmasin Timur, Kantor Polsek Banjarmasin Barat, Kantor Polsek anjarmasin Tengah, Kantor Polsek Banjarmasin Utara dan di Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Banjarmasin.

Maklumat itu ditanda tangani langsung oleh Jenderal Idham Azis tertanggal 19 Maret 2020, surat resmi Kapolri ini juga menjadi rujukan Polresta Banjarmasin untuk keputusan atau tindakan dalam penanganan virus corona.

Tetunya Maklumat Kapolri ini di khusus memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri yang mengacu kepada asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi, dijelaskan pula isi maklumat itu.

 “Kapolri melarang diadakannya keramaian yang berbentuk pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan, seperti seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lainnya,” ucap Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM, di wakili Kasubbag Humas Ipda Imam Purbadi SH.

Kasubbag Humas juga menjelaskan Maklumat Kapolri ini termasuk juga elarangan adanya kegiatan yang mendatangkan orang banyak berkerumun, yaitu konser music, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran atau resepsi keluarga.

 “Kegiatan resepsi pernikahan, acara keluarga lainnya juga di larang adanya berkerumunnya orang banyak,“kata Kasubag Humas Polresta Banjarmasin Ipda Imam Purbadi SH baru-baru ini.

Termasuk pelarangan kegiatan olahraga, kesenian dan jasa hiburan. “Kita akan bubarkan bila ada mentahui adanya unjuk rasa (unras), pawai, karnaval, bila ada kegiatan mendesak tidak dapat dihindari, kegiatan melibatkan banyak orang bisa di jalankan, asalkan menjaga jarak (social distance),” tambahnya.

Isi maklumat Kapolri yang meminta masyarakat untuk tidak panik, tidak melakukan penimbunan atau menimbun sembilan bahan pokok (sembako) berlebih, masyarakat diminta tidak terpengaruh, dan perlu diingat untuk tidak menyebarkan berita bohong dari  sumber yang tidak jelas.

Kasubbag Humas juga meminta kepada masyarakat di wilaah setempat, untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian, adanya informasi yang tak jelas terkait penyebaran virus corona, atau berkerumunnya banyak orang di sekitarnya,” pinta Kasubbag Humas Polresta Banjarmasin.

Kapolri juga perintahkan seluruh jajarannya di Indonesia untuk melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan undang – undang jika ditemukan dugaan adanya pelanggaran. “Untuk sementara Kepolisian tidak memberikan izin keramaian, seperti izin keramaian melaksanakan pesta perkawinan, juga izin lain, yang mengumpulkan orang banyak (keramaian, rapat, seminar mau pun gathering),” jelasnya.

Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis telah mengeluarkan maklumat bernomor Mak/2/III/2020, salah satu poinnya meminta agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum dan di lingkungan sendiri ditiadakan.

Terpisah Kapolsekta Banjarmasin Timur, Kompol HM Uskiansyah SE MM, Selasa (24/3) mengintruksikan ke personel Babinkamtibmas Polsekta Banjarmasin Timur di beberapa kelurahan, mendata warga yang mengundang orang banyak, (hajatan, resepsi pernikahan, khitanan).

 “Saya perintahkan personel BKTM mendatangi rumah warga yang berniat mengumpulkan orang banyak untuk menunda kegiatan itu, laksanakan resepsi pernikahan  secara sederhana di rumah mengundang kerabat dekat saja.

Pihaknya tidak melarang orang menikah, tapi melarang hajatan yang mengundang banyak orang, “Jangan salah persepsi, polisi tidak melarang orang menikah, polisi melarang keras kegiatan mengundang berkumpulnya orang banyak saat merebaknya virus corona,” ucap Kapolsek Banjarmasin Timur.

Menurtunya bila polisi membubarkan suatu acara hajatan ada warga melawan, kepolisian akan memproses hukum sesuai pasal 212 KUHP, “Barangsiapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas bisa untuk kepentingan bangsa dan negara, dipidana serta pasal 216 dan 218.

Masyarakat untuk mengikuti instruksi dari Pemerintah Pusat untuk mencegah penyebaran virus corona yang telah banyak merenggut ribuan nyawa manusia jangan mementingkan ego masing-masing,” pinta HM Uskiansyah SE.

Terpisah Kapolsekta Banjarmasin Selatan, AKP H Idit Aditya SE, juga mengatakan pihaknya menolak pemohon izin pelaksanakan pesta perkawinan, “Kita tidak memberikan izin keramaian dan beberapa warga di wilkum Polsek Banjarmasin Selatan meminta izin keramaian, sementara kita tolak, larangan ini berlaku di semua Polsek Jajaran di seluruh Indonesia, terkait penyebaran virus corona,” ucap kapolsek. sam/ris