loader image

Kurangi Impor Cangkul

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKMmenjadikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sebagai pusat produksi cangkul untuk mengurangi impor cangkul saat ini. Para pelaku UMKM di Kabupaten Tulungagung diharap bisa mengembangkan usaha cangkul secara berkelanjutan.

“Kita bersama-sama melaksanakan keterpaduan dan sinergitas Pilot Project peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha bidang kerajinan logam, khususnya cangkul atau pacul,” kata Asisten Depurti Pe­ngem­bangan Kewirausahaan Kemenkop dan UKM, Nasrun, dalam keterangan resmi, Sabtu (15/2).

Pada akhir pekan ini, pihaknya bersama Kementerian Perindustrian, Badan Litbang Logam, Sekretariat Kabinet, Bank BRI dan Krakatau Steel, memulai pelatihan ke­wi­ra­usahaan bagi perajin cangkul di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Nasrun menjelaskan, kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan dan terus ditingkatkan. “erajin pacul mendapatkan pelatihan selama tiga hari dengan materi seperti manajemen usaha, kualitas produksi, dan literasi keuangan sehingga produksi pacul dapat terstandarisasi dengan sertifikasi SNI,” katanya.

Menurut Nasrun, program pelatihan ini akan terlihat hasilnya dalam tiga bulan ke depan, dimana produksi dan kualitasnya akan meningkat. Karena itu, komitmen semua lintas pelaku harus tetap dijaga, terutama PT Krakatau steel sebagai pemasok raw material atau bahan baku.  rep/mb06