loader image

Ketua DPRD Yakin Kalsel Maju Pesat

H Supian HK

BANJARMASIN – Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK optimistis kemajuan provinsinya yang kini terdiri atas 13 kabupaten/kota dan berpenduduk lebih empat juta jiwa akan semakin pesat.

“Apalagi Kalsel akan menjadi ‘pintu gerbang’ Ibu Kota Negara (IKN),” ujar politikus senior Partai Golkar yang bergelar sarjana hukum dan magister hukum, serta mendapat gelar doktor kehormatan itu di Banjarmasin, Jumat.

Selain itu, dengan seringnya kedatangan RI 1 atau RI 2 (Presiden dan Wakil Presiden) tentu akan berdampak positif bagi kemajuan Kalsel, lanjut wakil rakyat yang memasuki periode kedua sebagai anggota DPRD tingkat provinsi tersebut.

Sebagai contoh dalam waktu kurang dari tiga bulan terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali datang ke Kalsel, dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin sudah satu kali.

“Kesemua (kedatangan RI 1 dan RI 2) itu mendatangkan dampak positif atau banyak manfaat bagi pembangunan Kalsel,” tegasnya dengan nada semangat.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu berkeyakinan pada saatnya manakala IKN terealisasi di Panjam, Kalimantan Timur (Kaltim) akan ada jalan tol ke provinsi tetangga itu.

Begitu pula moda angkutan/transportasi massal seperti kereta api akan terwujud antara Kalsel – Kaltim, lanjut mantan Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD provinsi tersebut.

Mengenai belum banyaknya Proyek Strategis Nasional (PSN) atau pembangunan yang keseluruhan pembiayaan murni dari pemerintah pusat yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dia dengan mudah menjawab, hal tersebut tentunya secara bertahap.

Begitu pula halnya pembangunan jembatan Selat Pulau Laut Kabupaten Kotabaru tampaknya akan menjadi perhatian pemerintah pusat, karena ada keterkaitan dengan Kalsel nanti sebagai pintu gerbang IKN, lanjut laki-laki kelahiran 1957, berkumis tipis dan murah senyum itu.

“Pasalnya kalau dulu mungkin ada anggapan bahwa keberadaan Jembatan Selat Pulau Laut itu hanya untuk kepentingan dua daerah/kabupaten bertetangga saja yaitu Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu),” tambahnya.

“Tetapi ke depan keberadaan Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru tersebut bisa strategis seiring keberadaan IKN di Panajam Kaltim yang merupakan daerah bertetangga dekat,” tutup Supian HK. ant