loader image

Fugsi Drainase Belum Optimal

BANJARMASIN – Permasalahan fungsi drainase di Kota Banjarmasin, belum optimal sebagai penyaluran air hujan, akibatnya banyak kawasan ditemukan terjadi genangan, ketika turun hujan lebat.

Padahal, revitalisasi atas kondisi drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berapa besar sudah diberikan anggaran untuk melakukan pembenahan dan pemeliharaan drainase itu, namun masih ada saja terjadi tergenang air.

Hal inu diungkapkan anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin Eddy Junaidi, saat diminta komentarnya, mengenai kondisi drainse di kora seribu sungai ini, masih terjadi ad genangan air.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, kurang mak­si­mal­nya fungsi drainase, sehingga beberapa ruas jalan protokol di ibu kota Provinsi Kalsel itu, selalu tergenang air dan langgan banjir, bila terjadi hujan sekitar dua jam saja, harus disikapi dengan serius.

Sebagai contoh di Jalan Lambung Mangkurat atau sekitar perempatan jalan dengan Jalan Pangeran Samudera, pertigaan Jalan Lambung Mangkurat-Jalan Hasanuddin HM, serta Jalan A Yani Km I Banjarmasin.

“Sehingga membuat kelancaran lalu lintas terganggu, karena semua kendaraan yang lewat harus perlahan dan berhati-hati,”tegasnya. 

Lebih jauh dijelaskan Eddy, parahnya sistem drainase di Kota Banjarmasin, sebabkan sejumlah sungai “ hilang “ dan menyempit, disamping masih ditemukannya kondisi drainase yang tak berfungsi, akibat tertutup bangunan atas ber­kem­ba­ng­nya berdiri rumah toko (ruko), lebih-lebih belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan dinas.

Sehingga banyak kondisi drainase tersumbat, dkarenakan banyaknya sampah dibuang di drainase, memang kondisi drainase di Banjarmasin, tergantung tinggi atau tidaknya curah hujan, tetapi penanganan drainase bukan baru setahunan, namun beberapa tahun bahkan kota memiliki dinasnya.

“Namun permasalahan genangan air hujan di Kota Banjarmasin, ternyata belum selesai selesai dan terus terjadi, akhirinya ketiika hujan lebat kota berubah menjadi sungai dadak,”jelasnya.

Diungkap Eddy, seperti sepanjangan Jalan S Parman dan Brigjen H Hasan Basri dan kawasan lainnya, kawasan itu sering terjadi, padahal setiap tahun selalu ada perbaikan, baik trotoar dan drainase, namun masih terjadi ada genangan.

Artinya perbaikan dan pembenahan yang dilakukan dinas terkait, dengan masih adanya ruas jalan genangan air yang membentuk sungai dadak itu, membuktikan sistem drainase di Banjarmasin masih kurang beres dan perlu disikapi.

“Sebab semua pejabat PUPR selalu sebutkan, bahwa Banjarmasin dibawah permukaan laut dan air sungai meluap, jadi sampai kapan permasalahan tergenanganya kota se­le­sai,”ungkapnya.edo