loader image

Mobil Listrik Cuma Rp3.000/ 10 Km

JAKARTA  –  PT PLN (Persero) memastikan bahwa biaya konsumsi energi mobil listrik lebih murah dibandingkan mobil mesin bensin. Hal ini terjadi akibat adanya efisiensi energi yang lebih maksimal dalam penggerak mobil listrik.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan, biaya konsumsi mobil listrik saat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin.

Kondisi ini terjadi karena energi yang dihasilkan kendaran listrik lebih maksimal dalam menggerakan mesin.

Dia merincikan, untuk rata – rata mobil saat ini membutuhkan 1 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk jarak tempuh 10 kilometer (km).

Dimana harga bensin dan solar nonsubsidi sebesar Rp 9.500 per liter. Dengan demikian, untuk jarak tempuh 10 km, mobil menggunakan bensin membutuhkan biaya sebesar Rp 9.500.

Sementara untuk jarak tempuh yang sama, mobil listrik hanya memperlukan daya listrik sebesar 2 kilo watt hour (kWh).

Di mana tarif PLN sebesar Rp 1.467 per kWh, maka mobil listrik hanya membutuhkan biaya listrik sebesar Rp 2.934 per 10 km atau hanya sekitar Rp 3.000 per 10 km.

“Satu kWh listrik, kalau rumah tangga Rp 1.467. Kali dua kurang lebih Rp 3.000. Jadi kalau pakai mobil bensin 10 km biayanya Rp 9.500, kalau pakai listrik Rp 3.000,” ujar Darmawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, hasil pembakaran BBM untuk menggerakan mesin mobil cenderung tidak maksimal. Mengingat, dari 1 liter BBM hanya 80 persen diantaranya yang dapat diubah menjadi bahan bakar penggerak mobil.

Kondisi ini berbeda dengan mobil listrik, yang menggerakan mesin dengan jumlah pasokan sumber tenaga yang lebih rendah. “Efisiensi lebih dari 60 persen,” ucapnya. mdk/mb06