loader image

Dewan Bangkalan Belajar Sampah Plastik

CINDERAMATA – Kasubag perundang undangan sekretariat DPRD Kota Banjarmasin Ari Yani saling tukar cinderamata dengan Komisi C DPRD Kabupaten Bangkalan saat kunker. mb/bambang

BANJARMASIN – DPRD Kabu­paten Bangkalan melalui komisi C Jawa Timur (Jatim), melakukan kunjungan kerja (kunker) atau studi banding ke DPRD Kota Ban­jarmasin. Untuk belajar terkait penanganan sampah platik yang dilakukan kota seribu sungai. 

Tetapi sayangnya dalam pertemuan itu, rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Bangkalan, tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan anggota DPRD Kota Banjar­masin. Pasalnya, secara berje­maah seluruh komisi DPRD Banjarmasin melaksanakan tugas kunjungan kerja ke daerah lain.

Berhubung wakil rakyat di DPRD Kota Banjarmasin tidak berada di tempat, rombongan Ko­misi C DPRD Kabupaten Bang­kalan yang dipimpin Ef­fendi, diterima Kabag Per­undang-Undangan Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin Ari Yani dan pihak pemerintah kota yang diwakili Kabid Pengelolaan Sam­pah dan Kebersihan Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Marzuki.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Effendi mengatakan, kunjungan komisi C DPRD Kabupaten Bangkalan ke Banjar­masin, dalam rangka ingin menge­tahui tentang pengelolaan dan pengananan kebersihan, khu­susnya sampah plastik dilak­sanakan oleh pemerintah kota.

Sebab, berdasarkan informasi yang diterima, Banjarmasin te­r­masuk salah satu kota yang sudah cukup berhasil, dalam melakukan penanganan dan pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik hingga kota ini, sudah beberapa kali mendapatkan Tropy Adipura.

“Kita ingin belajar tentang pengelolaan sampah yang ada di kota ini, sekaligus sharing dan saling tukar informasi untuk nantinya diterapkan di Kabupaten Bangkalan,”kata Effendi

Wakil ketua Komisi C DPRD Bangkalan Fathurrahman meng­ungkapkan, di Kabupaten Bang­kalandalam penanganan dan pengelolaan sampah saat ini, masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya terkait program penyediaan lahan baru untuk tempat pembuangan akhir (TPA) sampah karena mendapat protes dari warga.

“Sebab TPA yang kita miliki oleh Pemerintah Kabupaten Balangan, sudah tidak memadai lagi untuk dilakukan penam­pungannya, sehingga diperlukan perluasan lahannya,”ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Pe­r­undangan-Undangan Sek­retariat DPRD Kota Banjarmasin Ari Yani menga­takan, dasarnya mereka merasa puas atas beberapa kete­rangan disampaikan, kepada legislatif DPRD Bangkalan, khususnya terkait regulasi tentang pen­a­nganan sampah plastik tersebut.

“Memang upaya pen­ang­gu­langan dan pencegahan sampah dan khususnya prorgam peng­u­rangan sampah plaatik itu, harus didasari dengan regulasi yang tegas,”katanya.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Kebesrihan DLH Kota Banjarmasin Marzuki, lebih jauh menjelaskan, dalam hal pena­nganan dan pengelolaan sampah sejumlah setiap daerah, tentu­nyamenghadapi sejumlah kendala dan tidak jauh berbeda.

Tetapi semua tergantung pemerintahan dan SKPD nya, bagaimana untuk menyikapi permasalahan, sebab masalah sampah itu bukan saja tang­gungjawab pemerintah, tetapi ma­sya­rakat juga terlibai didalamnya.

“Sekarang tinggal bagaimana keseriusan pemerintah daerah masing-masing, dalam meng­gatasi kendala yang dihadapi tersebut melalui berbagai kebi­ja­kan dan terobosan yang di­ambil,”jelasnya.edo