Simon Kjaer: Sempat Dicekik, Kini Puji-puji Ibrahimovic

Memuji-Muji – Simon Kjaer pernah berseteru hingga dicekik Zlatan Ibrahimovic dalam sebuah laga.Kini, rekrutan anyar AC Milan itu memuji-mujiĀ  Zlatan Ibrahimovic. Foto: Action Images via Reuters / Andrew Boyers

Milan – Simon Kjaer pernah berseteru hingga dicekik Zlatan Ibrahimovic dalam sebuah laga. Kini, rekrutan anyar AC Milan itu memuji-muji Ibracadabra.

Kjaer menjadi rekrutan anyar Milan di bursa transfer Januari. Ia dipinjam dari Sevilla hingga akhir musim dengan opsi diperpanjang, usai gagal bersinar di Atalanta di paruh pertama kompetisi.

Bek berusia 30 tahun itu menjadi rekan setim Ibrahimovic, yang juga baru direkrut Milan. Menariknya, keduanya punya riwayat perseteruan di atas lapangan.

Keributan keduanya terjadi tiga tahun lalu, ketika Ibrahimovic masih berseragam Manchester United dan Kjaer membela Fenerbahce. Insidennya terjadi di pertandingan Liga Europa.

Dalam matchday Grup A Liga Europa 2016/2017, Ibrahimovic dan Kjaer sempat ribut di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, 4 November 2016. Usai berduel bola, keduanya bersitegang.

Ibrahimovic, yang emosi dalam kondisi MU tertinggal 0-1, sempat mencekik Kjaer. Rekan-rekan kedua pemain langsung memisahkannya. Ibrahimovic juga terhindar dari kartu kuning dalam laga yang dimenangi Fenerbahce 2-1.

Usai laga, Kjaer sempat mencibir Ibrahimovic. Bek asal Denmark itu menyebut Ibrahimovic sosok yang arogan dan sombong.

“Saya sebenarnya tidak mendengar apa yang dia katakan, tetapi saya tahu dia tidak senang. Tapi itulah cara saya mengenalnya dari lapangan.

Dia tipe pemain yang membusungkan dadanya, sombong. Itulah caranya bermain. Cara saya bermain adalah untuk menjaganya sekuat mungkin dan memberinya sedikit ruang, karena dia pemain yang bagus,” kata Kjaer kepada Swedish Channel 9.

Kini, Kjaer dan Ibrahimovic sudah bereuni lagi dan menjadi rekan satu tim Milan. Kjaer pun berbalik memuji-muji Ibrahimovic dalam wawancara pertamanya berkostum Rossoneri.

“Zlatan tetaplah Zlatan. Dia tak perlu komentar saya atau orang lain untuk menjelaskan betapa bagusnya dia. Semua tahu kekuatannya,” kata Kjaer, seperti dilansir Football-Italia.

“Di usia 30 atau 38 tahun, dia tetap sosok yang sama seperti yang sering saya hadapi. Secara fisik mungkin tak seperti 10 tahun lalu, tapi dia tetap berbahaya.”

“Saya menyaksikan pertandingan melawan Cagliari dan dia sangat menentukan, dan itulah mengapa saya yakin mengapa Milan membawanya kembali,” ujar Kjaer.dtc/ron