loader image

Sebelum Terbitkan IMB

DM Harus Penuhi Koefisien Dasar Bangunan

RAPAT – Komisi I DPRD Kota Banjarmasin menggelar rapat terkait polimek pembangunan gedung parkir Duta Mall tanpa mengantongi IMB. mb/bambang

BANJARMASIN – Polimek pembangunan gedung parkir Duta Mall (DM), nampaknya akan memenuhi titik terang, setelah adanya rapat antara perwakilan direksi Duta Mall, Satpol PP, Komisi I dan Dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), Camat Banjarmasin Tengah dan Lurah Sungai Baru di Ruangan komisi I DPRD Kota Banjar­masin, Selasa (14/1).

Tetapi, sebelum pemerintah kota (Pemko) melalui DPM­PTSP Kota Banjarmasin mener­bitkan Izin Mendirikan Ban­gunan (IMB) tersebut, pihak Duta Mall (DM) harus memenuhi dulu persyaratan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar ba­ngunan yang dapat dibangun, dengan luas lahan yang tersedia.  

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Suyato mengatakan, darfi kesimpulan rapat tersebut, terjadi kesepakatan untuk mencari tengah, agar menghentikan polemik yang berkepanjangan, atas pembangun gedung parkir setinggi 11 lantai tersebut.

Berdasarkan Peraturan Wali­kota (Perwali) koefisien dasar bangunan, adalah 50 persen dari total luas bangunan sisanya itu, adalah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), artinya sebelum persyaratan itu terpenuhi, maka pemerintah kota melalui DPM­PTSP tidak bisa menerbitkan IMB tersebut.

“Pasalnya seusai perwali koefisien dasar bangunan adalah 50 persen, dari total luas bangunan sisanya adalah untuk ruang terbuka hijau,” kata Awi panggilan akrabnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, agar pihak Duta Mall dapat memenuhi persyaratan itu, pemerintah kota melalui DPMPTSP memberikan waktu selama satu bulan, agar syarat koefisien dasar bangunan itu serahkan da pihaknya minta Satpol PP memberikan surat peringatan, jika proses kontruksi tetap berjalan sebelum IMB diterbitkan.

Selain itu posisi Duta Mall merupakan vital, bagi pertum­buhan ekonomi Kota Ban­jarmasin, disamping penyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak sedikit, dalam pema­sukan kas daerah Banjarmasin, tentunya harus taat juga terhadap peraturan yang berlaku.

“Kami berfikir Investor masuk ke Banjarmasin, supaya ada perkembangan kepada Kota Banjarmasin untuk kedepannya lebih bagus dan berkembang,” ungkapnya.

Kepala DPMPTSP Kota Banjarmasin Ir Muryanta menga­takan, pihaknya langsung mem­berikan IMB, jika Duta Mall sudah memenuhi syarat koefisien dasar bangunan itu, dengan alasan itulah pihaknya tidak berani memberikan IMB itu, walaupun pihak manajem Duta Mall sudah mengajukan tahun lalu.

“Sekarang pihak Duta Mall sepakat menyampaikan luasan yang dibangun itu, kalau sudah sesuai dari ketentuan koefisien dasar bangunan cukup, kita akan segera keluar IMB itu,”katanya.

Manager Operasioanal Duta Mall (DM) Banjarmasin Yenny Purnawati menyambut baik atas pertemuan itu, dengan per­wakilan dari Komisi I DPRD Kota Banjarmasin dan Pemko Banjar­masin, sehingga ada titik terang atas kontroversi pem­bangunan parkir setinggi 11 lantai.

Sekarang pihaknya terbentur pembebasan lahan selain harga tanah yang diminta warga, diatas harga normal, hingga 50 juta per meter persegi. Ia memastikan pihaknya akan memenuhi syarat koefisien dasar bangunan paling lambat bulan depan. “Insya Allah kita secepatnya memenuhi IMB yang dipersyaratkan,” ujarnya.edo