loader image

Rupiah Bertenaga ke Rp13.650/ Dolar AS

JAKARTA  –  Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.650 per dolar AS atau sebesar 0,16 persen pada perdagangan pasar spot, Selasa (14/1) pagi. Sebelumnya, mata uang garuda berada di Rp13.672 per dolar AS pada penutupan pasar kemarin, Senin (10/1).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,43 persen, ringgit Malaysia 0,16 persen, dolar Singapura 0,07 persen, serta lira Turki menguat 0,03 persen.

Sementara, pelemahan terjadi pada yen Jepang sebesar 0,12 persen, baht Thailand 0,06 persen, serta dolar Hong Kong yang melemah sebesar 0,04 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, euro 0,06 persen, dan dolar Kanada menguat 0,04 persen, diikuti dolar Australia yang menguat tipis 0,02 terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah pagi ini masih disebabkan oleh sentimen penandatangan kesepakatan dagang antara AS dan China fase satu.

“Sentimen positif masih membayangi aset berisiko. Masih terkait optimisme penandatanganan kesepakatan fase satu,” kata Ariston.

Ariston mengatakan bahwa sentimen positif tersebut diperkuat oleh mendaratnya delegasi China di Washington pada Senin (13/1), yang memperkuat optimisme kepada pasar bahwa penandatanganan akn segera dilakukan.

Karenanya, lanjut Ariston, indeks saham AS masih melaju menguat dari Senin (13/1) malam. Namun di sisi lain, harga emas kembali melemah dan kini bergerak di kisaran $1543 per troy ons karena optimisme tersebut. cnn/mb06